Tolak Beri Tabung Oksigen, Perawat Puskesmas Kedaton Dikeroyok Orang Tak Dikenal

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang perawat pria bernama Rendy Kurniawan (26) yang bertugas di Puskesmas Kedaton, Bandarlampung dikeroyok 3 orang tak dikenal sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu (4/7).

Rendy menjelaskan, saat kejadian dirinya sedang berada di ruangan, pada saat itu pelaku yang berjumlah 3 orang mendatanginya dan meminta tabung oksigen untuk dibawa pulang, namun ia menolak dengan halus, ia juga menyarankan pasiennya agar dibawa ke puskesmas untuk dirawat

Bacaan Lainnya

“Dia (pelaku) langsung bilang, kok kamu gitu ngomongnya, gak sopan, kamu emang gak tau kalau saya ini keluarga pejabat,” katanya saat ditemui di ruang perawatan di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek, Minggu (4/7). 

Setelah itu, salah satu pelaku berniat menarik korban keluar Puskesmas, namun korban yang merasa terancam menolak ajakan tersebut. Pelaku juga sempat mengaku sebagai anggota. 

“Karena menolak, Tiba-tiba saya dipukuli oleh mereka, saya berusaha menangkis, tapi mereka pikir saya melawan. Lalu salah satu dari mereka mengambil batu ganjalan pintu, kemudian rekan saya melerai mereka,” ucap Rendy. 

Menurut salah seorang rekan korban, Feri mengatakan, bahwa kejadian ini bermula ketika ada tiga orang yang diduga keluarga pasien mendatangi puskesmas untuk meminta tabung oksigen. 

“Kalau informasi dari korban itu ada tiga orang yang mendatangi puskesmas untuk meminta tabung oksigen untuk keluarganya,” terangnya.

Feri mengatakan, bahwa jika oksigen milik puskesmas tidak boleh diminta, namun boleh dipinjam tetapi harus digunakan di puskesmas tersebut. “Disitu korban langsung dipegang dan langsung dikeroyok sama mereka,” jelasnya. 

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana mengatakan bahwa untuk saat ini korban mengalami trauma secara mental dan luka memar. “Dan bunda juga berharap agar tidak ada Rendy-rendy yang lain, yang mengalami hal yang sama seperti ini,” kata Bunda Eva, sapaan akrabnya saat menjenguk Rendy di ruang perawatan di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek, Minggu (4/7). 

Bunda Eva mengungkapkan, bahwa Pemkot akan melanjutkan kejadian ini ke Jalur Hukum karena seharusnya peristiwa seperti ini tidak mungkin terjadi.

Bunda Eva mengimbau, kepada masyarakat, jika siapapun yang sakit datang ke puskesmas akan dilayani sebaik-baiknya, namun jangan sampai peristiwa tersebut terulang kembali. 

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Kedaton dan kita akan memberikan pendampingan hukum dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemkot,” pungkasnya. 

Atas peristiwa itu korban mengalami luka memar di bagian kepala, dan telah melapor ke Polsek Kedaton, dan saat ini tengah menjalani proses perawatan di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku pemukulan.

“Setelah dari Puskesmas Kedaton, para pelaku ini kemudian pergi ke Puskesmas Gedongair untuk mencari tabung oksigen. Namun di sana tidak dapat juga. Pihak kepolisian sedang mempelajari rekaman CCTV yang ada di Puskesmas Gedongair,” kata dia.

Terkait masalah tabung oksigen, Edwin mengakui memang sedang terjadi kelangkaan akibat pasokan dari Jawa berkurang. Namun untuk stok di seluruh puskesmas di Bandarlampung, masih tersedia. Dia juga meminta agar pasien yang membutuhkan bantuan oksigen, agar dibawa ke rumah sakit atau puskesmas. 

“Prosedurnya seperti itu, tabung oksigen harus selalu ada di tempat untuk kepentingan darurat,” tutup Edwin Rusli.(jim/mlo)




Pos terkait