Total 229 Kasus Covid-19 di Lambar Dalam Tiga Hari Terakhir

  • Whatsapp
Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, Apt, MPH.

Medialampung.co.id – Pemkab Lampung Barat belum mampu mengendalikan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam dua hari Jum’at-Minggu (16-18/7) terdapat 229 kasus baru di kabupaten setempat, sebagian tidak diketahui terpapar dari mana. 

Bacaan Lainnya

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S.Farm, APT, MPH., mengungkapkan, dari 229 kasus baru tersebut, sebanyak 51 kasus diantaranya dirilis Jum’at (16/7). 

“51 kasus tersebut berasal dari Kecamatan Sukau sembilan kasus, empat kasus hasil tracing, dua tidak ada riwayat perjalanan, satu melayat, dua berobat ke puskesmas. Kemudian dari Sumberjaya empat kasus, tiga tracing, satu perjalanan ke Kalianda. Waytenong 16 kasus, satu menghadiri pesta tetangga, 12 hasil tracing, dua takziah, satu riwayat ke pasar, kemudian dari Kecamatan Batuketulis 22 kasus , satu meninggal, tracing 18, dua dari menghadiri, satu ke pasar,” ungkap Erna Yanti. 

Selanjutnya penambahan 89 kasus pada Sabtu 17 Juli 2021, berasal dari Kebuntebu 16 kasus, satu meninggal, 12 hasil tracing, satu pedagang di pasar, satu berjualan di depan rumah, satu takziah.  Gedungsurian satu kasus hasil tracing, Sekincau 32  kasus, diantaranya hasil tracing 21 kasus, satu pedagang dari Pekan Baru, dua perjalanan ke Balam, satu dari Jambi, tiga tidak ada riwayat perjalanan, satu dari Menggala, satu berkumpul dengan kawan kerja di kebun, dan satu dari Jakarta. 

“Kemudian terbanyak dari Balikbukit sebanyak 40 kasus. Enam perjalanan  ke Balam, satu punya warung, satu dari Bandung, satu dari Lampung Selatan, satu kedatangan tamu dari Palembang dan sering ke pasar, kemudian 29 hasil tracing,” bebernya. 

Kemudian untuk 89 kasus pada Minggu (18/7) berasal dari Kecamatan Balikbukit 18 kasus yang terdiri dari tiga kasus memiliki warung/toko, satu dari perjalanan ke Bengkulu, satu dari Balam, satu dari Pesbar takziah, satu menghadiri hajatan dan 11 hasil tracing. Kemudian Kecamatan Batuketulis 19 kasus, 17 hasil tracing, satu dari Way Kanan, satu nayuh. 

“Kemudian dari Batubrak 13 kasus, satu meninggal 12 hasil tracing. Waytenong 17 kaus, satu dari Pesbar, 16 hasil tracing. Belalau lima kasus memiliki riwayat nayuh, Airhitam 13 kasus, satu pulang dari Jawa Barat dirawat di RS Medika, satu berobat ke Puskesmas dan 11 hasil tracing. Suoh tiga kasus, satu meninggal, dua kurang prokes saat takziah, terakhir dari BNS satu kasus hasil tracing,” kata dia. 

Lebih lanjut Erna mengungkapkan, dengan bertambahnya 229 kasus tersebut, maka total hingga saat ini terkonfirmasi Covid-19 di Lambar mencapai 1.518 kasus, selesai menjalani isolasi 963 orang, dengan angka kematian sebanyak 64 orang. 

“Petugas kami di lapangan kembali melakukan tracing terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19, tetapi semoga hasil tracing nihil, sehingga rantai penyebaran  Covid-19 di Lambar bisa terputus,” pungkasnya. (nop/mlo)


Pos terkait