TP4D Bandarlampung Kembali Segel 5 Rumah Makan yang Bandel Bayar Pajak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) berencana kembali menyegel lima rumah makan yang tidak menggunakan Tapping Box pada Senin (14/6).

Kelima Rumah makan tersebut yaitu Rumah makan Pindang Dea yang berada di Jl. Yos Sudarso, Sate Luwes di Jl. Sukarno Hatta By Pass, Rumah Makan Bu Hajja Prasmanan di Jl. Perintis Kemerdekaan, Ayam Geprek Juara di Jl. Hos Cokroaminoto dan Cafe Daily di Jl. Dr Susilo.

Bacaan Lainnya

Tim yang beranggotakan dari BPPRD, Kejaksaan, Kepolisian juga Satpol PP Kota Bandarlampung menyisir rumah makan yang menunggak dan tidak menggunakan Tapping Box.

Sebelumya rumah makan pindang Dea tidak mau menggunakan Tapping Box, namun setelah tim mendatangi baru pemilik rumah makan Pindang Dea menerangkan jika akan mengikuti prosedur Pemkot Bandarlampung untuk menggunakannya.

Lain lagi dengan rumah makan sate Luwes di Jl. Sukarno Hatta By Pass menunggak pajak sejak 2019 hingga sekarang, padahal nilai wajibnya pajaknya Rp.9 juta per bulan yang harus dibayarkan ke BPPRD Kota Bandarlampung termasuk hutang pajak baliho per tahun sejak 2019 juga.

Sedangkan rumah makan Bu Haji Prasmanan yang berada di Jl. Perintis Kemerdekaan No 113 Tanjung Raya juga tidak menggunakan tapping box alasannya baru buka, namun temuan dari Tim TP4D rumah makan tersebut sudah sejak lama buka dan tidak menggunakan tapping box . 

Berikutnya, Rumah makan Ayam Geprek Juara di Jl. Hos Cokroaminoto dari bulan September 2020 hingga 2021 ini baru membayar Rp1,6 Juta.

Untuk Daily Cafe di Jl. Susilo alasannya baru grand opening tapi sudah beroperasi sejak bulan Januari. Pujakusuma, selaku pengelola Daily Cafe menjelaskan bahwa pihaknya baru grand opening dan belum sempat ke BPPRD kota Bandarlampung untuk meminta tapping box.

“Insya Allah setelah Tim ini mendatangi kita.kita akan koordinasi dengan dinas BPPRD kota untuk menyelesaikan masalah ini,” jelas Pujakusuma

Sementara Ketua Tim TP4D M Umar, mengatakan, dari lima tempat usaha yang disegel tersebut empat diantaranya menunggak pajak, sedangkan yang satunya tidak mau menggunakan tapping box.

“Karena itu rumah makan-rumah makan ini kita segel selama tiga hari hingga mereka menyelesaikan dengan BPPRD,” ucapnya 

Umar yang juga Kepala Inspektorat Kota Bandarlampung itu mengatakan bahwa kegiatan penegakkan pajak ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No.6/2018 tentang sistem pembayaran pajak daerah melalui elektronik.

“Ada yang menunggak hingga 10 bulan dan kita tegas akan disegel malah ada yang menggunakan dua tapping box tapi maksimal dan ada tunggakan. Seperti sate luwes ada tapi tidak digunakannya tapping boxnya malah terjadi tunggakan,” ujar Umar.

Pihaknya juga meminta kepada pengusaha untuk memaksimalkan penggunaan tapping box, pemkot akan selalu mengawasi dan melakukan pendekatan secara persuasif agar pengusaha mematuhi aturan.

“Ini adalah langkah terakhir yang akan kita ambil. Kita minta pengusaha dengan sendirinya dan sadar mematuhi aturan daerah yang berlaku,” tegas Umar

Umar juga menambahkan bahwa kegiatan penegakkan pajak ini guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No.6/2018 tentang sistem pembayaran pajak daerah melalui elektronik.(*/mlo)




Pos terkait