TPP ASN di Pesbar Tak Kunjung Cair, Ini Kendalanya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) tahun 2021 hingga kini tak kunjung cair. Meski begitu, kondisi itu diharapkan tidak menjadi alasan bagi ASN untuk tidak meningkatkan kinerja.

ASN dituntut tetap profesional dan meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas sebagai abdi Negara pelayan masyarakat, karena sudah menjadi kewajiban ASN untuk memberikan pelayanan.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pesbar, I Nyoman Setiawan, S.E, M.M., melalui Sekretaris Herdi Wilismar, S.H., mengatakan hingga minggu ke-III di bulan Maret 2021 TPP bagi ASN di Kabupaten Pesbar masih belum dapat dicairkan. Terkait hal itu, Pekan lalu BPKAD Pesbar  telah berkoordinasi langsung ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) perihal TPP ASN yang belum bisa dicairkan itu.

“Hasil koordinasi ke Kemendagri RI itu, memang ada kendala salah satunya pada aplikasi SIPD harus sampai pada tahapan Penatausahaan,” katanya, Minggu (14/3).

Dikatakannya, Pemkab Pesbar melalui BPKAD telah minta Kemendagri untuk memberikan persetujuan pembayaran TPP bagi ASN, sembari Pemkab setempat terus melaksanakan tahapan yang ada dalam aplikasi SIPD tersebut. Kini,  Pemkab Pesbar masih menunggu surat persetujuan dari Kemendagri yang di Upload dalam aplikasi SIPD.

“Karena itu, kita berharap agar ASN dilingkungan Pemkab Pesbar tetap bersabar terkait TPP ini. Jika TPP dibayarkan Maret ini, maka itu untuk Januari-Februari 2021,” jelasnya.

Masih kata dia, mengenai perhitungan untuk TPP bagi ASN itu dibayarkan setelah bekerja, misalnya TPP Januari dibayarkan Februari dan seterusnya. Artinya, jika TPP dicairkan Maret, maka itu untuk dua bulan yakni Januari dan Februari. Begitu juga jika dibayarkan April, maka TPP untuk tiga bulan yakni Januari-Maret.

“Anggaran TPP bagi ASN di tahun 2021 yang telah disiapkan oleh Pemkab Pesbar hingga kini belum ada perubahan yakni  sebesar Rp34.962.200.000,-. Jumlah itu ada kenaikan dibanding TPP tahun 2020 lalu yakni sebesar Rp34.083.000.000,-,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait