Truk Batubara Mangkrak Sebabkan Kecelakaan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Waykanan kembali mengeluhkan aktivitas truk truk pengangkut Batubara yang merajai Jalan Lintas Tengah Sumatera dan kerap menjadi penyebab kecelakaan karena iring iringannya yang panjang dan terlalu rapat.

Bahkan terkadang saat truk-truk tersebut mengalami kecelakaan atau kerusakan justru dibiarkan mangkrak di pinggir jalan, seperti yang ada di Kampung Tiuh Balak Baradatu.

“Saya sudah sampaikan kepada Bapak Kapolres minta truk batubara yang mangkrak di Kampung Tiuh Balak Baradatu ini segera dievakuasi karena sudah beberapa kali warga kami yang mengalami kecelakaan, akibat tidak mengetahui keberadaannya, takutnya nanti malah warga yang sudah merasa cukup kesal dengan keberadaanya membuat hal yang tidak diinginkan, sebab sudah ada 3 atau 4 warga yang celaka, bukan hanya lecet-lecet bahkan sudah ada yang patah tulang karena menabrak truk yang mangkrak ini,” ujar Elyas Yusman, SE, tokoh masyarakat Baradatu.

Menurutnya, keberadaan truk Batubara itu benar-benar merugikan masyarakat, sehingga dirinya berharap agar pihak berkompeten dapat segera mengevakuasinya, karena semua warga memiliki hak yang sama di mata hukum,

“Coba kalau ini bukan mobil batubara pasti sudah banyak aparat yang mendatanginya dan bahkan mungkin menariknya dengan paksa, tetapi karena mungkin banyak pihak yang sudah menerima sesuatu dari batu bara ini, sehingga semua jadi takut dan terkesan perusahaan angkutan batubara ini kebal hukum, padahal semestinya pengusaha batubara itu mendapatkan perlakuan yang sama dengan kita masyarakat biasa,” ujar Elyas.

Terpisah Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung dengan tegas menyatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penanganan terhadap kendaraan dimaksud.

“Anggota Satuan Lalu Lintas Waykanan sedang menangis hal itu, harap masyarakat bersabar,” ujar Kapolres.

Sementara, Rodi Perwakilan pengurus truk Angkutan Batu Bara tersebut menyatakan pihaknya saat ini sedang berada di lokasi dan sedang memperbaiki truk yang rusak, agar bisa segera digeser ke tempat lain atau melanjutkan perjalanannya menuju Kota Bandarlampung.

“Sekarang kami sedang memperbaiki mobil, kami juga sudah 2 kali mengunjungi keluarga korban yang menabrak truk tersebut, sebagai bentuk empati kami pada adik yang kecelakaan,” ujar Rodi.

Aktivitas truk batubara di Jalan Lintas Tengah Sumatera sendiri dirasa cukup mengganggu pengguna jalan lainnya karena kerap melaju beriringan dengan jumlah yang cukup banyak dan dengan jarak yang rapat.

Selain itu muatan yang dibawa juga diduga melebihi kapasitas sehingga menjadi salah satu penyebab kerusakan pada badan jalan.(sah/mlo)

Pos terkait