Tujuh Ekor Sapi Positif Mengandung Cacing Hati

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Tim Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar hingga, Minggu (2/8) masih melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah kecamatan yang masih melakukan pemotongan hewan kurban. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si mengungkapkan, hingga Minggu siang, (2/8) jumlah hewan kurban yang dipotong sebanyak 910 ekor, rinciannya sapi 200 ekor, kambing 700 ekor serta domba 10 ekor.

Bacaan Lainnya



“Untuk sementara ini jumlah hewan kurban yang dipotong di Kabupaten Lambar sebanyak 910 ekor, dan kemungkinan jumlahnya akan bertambah karena pemeriksaan hewan kurban akan kita laksanakan hingga besok,” ujar Agustanto, kemarin.

Menurut Agustanto, dari hasil pemeriksaan sementara terdapat tujuh ekor sapi kurban yang terdapat penyakit cacing hati, dan hati sapi yang mengandung cacing hati tersebut telah dibuang.

“Hasil pemeriksaan Post Mortem yang kita lakukan terdapat tujuh ekor sapi kurban yang terkena penyakit cacing hati, rinciannya lima ekor di Kecamatan Balikbukit dan dua ekor di Kecamatan Waytenong,” ungkapnya

Menurut dia, untuk pemeriksaan hewan kurban tersebut akan berlangsung hingga besok, Senin (3/8), pemeriksaan hewan kurban tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pihaknya setiap tahun dan  pemeriksaan tersebut meliputi Ante Mortem dan Post Mortem.

“Pemeriksaan hewan kurban tersebut untuk memastikan semua hewan kurban dalam keadaan sehat. Jika ditemukan hewan yang dalam kondisi kesehatan tidak baik, maka disarankan untuk tidak dikurbankan. Begitu juga kalau kita temukan ada penyakit cacing hati, maka kita rekomendasikan agar hatinya harus dibuang dan tidak dibagikan,” ungkap dia 

Lanjut dia, secara kasat mata, hewan sapi yang menderita penyakit cacing hati akan terlihat pada bagian mata dan leher yang warnanya mulai menguning, serta badannya juga terlihat kurus. Bahayanya apabila cacing hati tersebut termakan maka akan berpindah dan menempel di hati orang yang mengkonsumsinya.

“Maka untuk mengantisipasinya, kita rekomendasikan agar hati sapi yang mengandung cacing hati tersebut dibuang dan tidak dibagi-bagikan sehingga tidak dikonsumsi oleh masyarakat,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait