Tujuh Mahasiswa akan Terima Beasiswa Kesenian

  • Whatsapp
Kabid Kebudayaan Disdikbud Lambar Riadi Andrianto, S.H

Medialampung.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lambar tahun ini menyiapkan kuota 10 orang untuk penerima beasiswa kesenian.

“Sejauh ini sudah ada tujuh mahasiswa yang akan menerima beasiswa kesenian tahun 2021 dari pemerintah daerah,” ujar Kabid Kebudayaan Riyadi Andrianto, S.H mendampingi Kepala Disdikbud Bulki, S.Pd, M.M, Jumat (25/6).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, tujuh mahasiswa yang akan menerima beasiswa tersebut yaitu Sandi Mardiyansah dari SMAN 2 Liwa, Bilqis Dwina Adinda dari SMAN 1 Waytenong, Putri Novita Anastasya dari SMAN 2 Liwa, Muhammad Desri Izpa dari SMAN 1 Liwa, Allina Refita Ayu dari SMAN 2 Liwa, Raben Anggara Dewandika dari SMAN 1 Belalau, serta Cindy Adella dari SMAN 1 Liwa. 

“Selain tujuh mahasiswa tersebut, satu siswa yaitu atas nama Lilis Nuraini dari MA Yamsu Padangcahya mendapatkan beasiswa karena memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat. Bagi yang mendapatkan KIP maka bebas UKT (uang kuliah tunggal),” kata dia.

Lebih jauh Riyadi mengungkapkan, untuk tahun lalu pihaknya menyiapkan untuk sepuluh orang namun hanya terpenuhi tujuh, dan tahun ini ditargetkan kuota 10 orang bisa terpenuhi.

Syarat penerima beasiswa merupakan anak-anak lulusan SMA sederajat di kabupaten setempat, lulus dalam seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Harus lulusan Lambar dan lolos seleksi tahun ini, kemudian kuotanya terbatas yakni hanya 10 orang, kemudian perlu diketahui biaya yang akan diberikan yakni hanya biaya UKT (semester) saja,” kata dia.

Program beasiswa tersebut, kata dia, merupakan bagian dari peningkatan manajemen pelayanan pendidikan serta pengembangan SDM pendidikan dan kebudayaan. Tujuannya membantu masyarakat mewujudkan impian untuk bisa berkuliah.

”Program ini juga merupakan upaya pemerintah agar seni budaya yang ada di daerah terus berkembang. Tentunya bisa terus dilestarikan. Terlebih, Lambar merupakan daerah asal muasal suku Lampung, kaya akan seni budaya,” tutupnya. (lus/mlo)


Pos terkait