Tujuh Pekon di Lambar Menuju ‘Smart Village’

  • Whatsapp
Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon pada DPMP Lambar Desmon Irawan

Medialampung.co.id – Tujuh pekon di Kabupaten Lampung Barat, menuju desa cerdas atau smart village yang merupakan sebuah konsep dimana sebuah desa mampu menyelesaikan permasalahannya dengan cerdas. 

Ketujuh pekon tersebut, yakni Pekon Tanjung Raya, Pekon Hanakau dan Pekon Pagardewa Kecamatan Sukau, kemudian Pekon Watas Kecamatan Airhitam, Pekon Trimulyo Kecamatan Gedungsurian, Pekon Pampangan kecamatan Sekincau serta Pekon Rigisjaya Kecamatan Airhitam.

Bacaan Lainnya


Kabid Penataan dan Kerjasama Pekon pada Dinas Pemberdayaan masyarakat Pekon (DPMP) Lambar Desmon Irawan mengungkapkan, ketujuh pekon tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Lampung No.G/71/V.12/HK/2021 tentang penetapan lokasi sasaran program smart village Provinsi Lampung.

”Ketujuh pekon tersebut telah mengikuti sosialisasi implementasi program Smart Village Provinsi lampung dalam rangka penguatan implementasi program dan masuk pada angkatan I, yang dijadwalkan Selasa-Rabu (18-19/5) yang dipusatkan di Yunna Hotel Bandarlampung,” ungkap Desmon mendampingi kepala DPMP Lambar Noviardi Kuswan.

Dikatakan Desmon, untuk kriteria pekon yang sebelumnya diusulkan yakni status Pekon berdasarkan Indeks desa membangun tahun ini atau pekon mandiri dan maju, balai Pekon mempunyai koneksi jaringan internet yang baik dan diprioritaskan bagi Pekon yang telah memiliki website Pekon dan sudah menerapkan administrasi pemerintahan dan pelayanan berbasis IT. 

“Selain itu, pekon tersebut memiliki kelembagaan masyarakat yang potensial dalam implementasi program Smart Village misalnya UKM Pekon tersebut sudah menerapkan penjualan online dan lainnya,” bebernya.

Pemkab Lambar, kata dia, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Pekon yang potensial untuk menjadi calon lokasi Smart Village 2021. Bentuk program tersebut, bisa berbentuk dana, bisa juga dalam bentuk sosialisasi peningkatan SDM, dan bisa juga dengan fisik yang terkemas dalam bentuk untuk menunjang jaringan internet, atau pada dasarnya menyesuaikan apa yang ada di Pekon itu sendiri.

”Secara garis besar program ini untuk peningkatan SDM, sarana prasarana dan lain-lain. Jadi Pekon diharapkan juga bisa lebih mengenali potensi nya masing-masing dan berkolaborasi atau bergotong royong yang puncaknya terhadap kemandirian Pekon tersebut. Untuk pekon sasaran Smart Village akan mendapatkan bantuan dari provinsi sebesar Rp30 juta untuk sarana dan prasarana pendukung,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait