Tujuh Sampel Kopi Lambar Masuk Top 10 Pada Apresiasi Kopi Robusta II 2020

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tujuh sampel kopi dari tujuh petani kopi asal Kabupaten Lampung Barat, berhasil masuk dalam sepuluh besar top honey proses, dan sepuluh besar natural proses apresiasi kopi robusta II tahun 2020 yang diselenggarakan di Koperasi Fine Robusta Bandar Lampung.

Empat sample masuk dalam top 10 honey proses, dan tiga masuk dalam natural proses dari total 134 dari beberapa daerah yang dilakukan penilaian oleh pihak panitia.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Lambar Agustanto Basmar didampingi Kabid Perkebunan Sumarlin mengungkapkan, petani Lambar yang masuk dalam top 10 honey proses dan mendapatkan apresiasi kopi robusta II tahun 2020, yakni Rifqi Albana dan Rahmat Rengki Putra dari Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, Risdiantoni dari Pekon Sinarjaya Kecamatan Airhitam dan Nana Permana  dari Pekon Tribudi Syukur Kecamatan Gedungsurian.

”Sementara untuk penerima apresiasi petani kopi robusta II yang masuk dalam top 10 natural proses yakni Kasyanto petani asal Pekon Batukebayan kecamatan Batuketulis, Tri Manto Widarto petani dari Pekon Bedudu Kecamatan Belalau, dan Bejo Nugroho dari Pekon Tambakjaya Kecamatan Waytenong,” ungkapnya.

Dengan masuk top 10 honey proses dan top 10 natural proses pada penilaian  atas sampel yang dikirimkan sebelumnya kepada pihak panitia, maka selanjutnya  mereka berhak untuk mengikuti proses penilaian lanjutan.

Lebih lanjut dikatakannya, sebelumnya sampel yang dikirim melalui  Disbunnak mencapai 21 sampel biji kopi, namun banyak petani yang mengirimkan sampel secara mandiri, yang  jumlahnya cukup banyak.

”Alhamdulillah ada enam sample  biji kopi yang lolos, dan kewajiban peserta 10 besar  adalah mengirimkan biji kopi yang sama dengan waktu kirim sample ke panitia sebanyak 60 Kg. Dalam proses pengiriman sampel tersebut, agar Dipastikan biji kopi warnanya tidak belang-belang, kadar airnya 13% maksimal, kemudian jika biji kopi tidak sesuai dengan sampel dianggap gugur dan digantikan peserta lain, paling lambat tanggal 20 Oktober 2020 semua sampel/lot 10 besar harus sudah diterima panitia,” bebernya.

Ia menambahkan, pengumuman pemenang Lomba Apresiasi Petani Kopi Robusta II/2020 pada tanggal 21 November mendatang, dan pihaknya berharap dengan lolos dalam sepuluh besar tersebut maka menjadi motivasi bagi petani kopi di Lambar untuk terus meningkatkan mutu, yang tentunya diawali dari proses petik merah, proses pengeringan hingga penggilingan yang baik.

”Ini merupakan lomba uji citarasa yang diselenggarakan kopi kapal api di Lampung. Ada hadiahnya berupa uang dan kopinya berhak ikut lelang dengan harga yang bagus, semoga ini memotivasi petani lainnya di Lambar, untuk terus bersaing dalam meningkatkan mutu,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait