Tuntas, 4 Pekon di Airhitam Lepas dari Status Pekon Tertinggal

  • Whatsapp
Camat Airhitam Drs Dahlin, M.Pd

Medialampung.co.id – Kecamatan Air Hitam, Rabu (3/5) mengadakan Rakor di Aula Kecamatan bersama para peratin dengan dengan agenda utama yaitu penyampaian dan pembahasan hasil survey indek desa membangun (IDM) tahun 2020 yang sudah selesai dilakukan oleh pekon dengan pendampingan penuh dari para pendamping desa (PDP/PDTI) dan pendamping lokal desa (PLD). 

Rakor yang dilakukan dengan tetap berpedoman pada protocol kesehatan tanggap Covid-19 ini diikuti oleh 10 peratin yang ada di Kecamatan Air Hitam. 

Bacaan Lainnya



Camat Airhitam, Drs. Dahlin, M.M dalam arahannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang ada di kecamatan Airhitam, khususnya para peratin yang telah bersama-sama bekerja untuk membangun air hitam menuju  kecamatan yang hebat dan sejahtera.

Disampaikan olehnya, sejak menjadi camat di Airhitam, salah satu fokus utamanya adalah bagaimana melepaskan status 4 pekon tertinggal yang ada di Airhitam, yaitu Manggarai, Sukajadi, Sukadamai dan Rigisjaya.

Karena hal tersebut adalah salah satu program unggulan Bupati Parosil Mabsus dengan visi Menuju Lampung Barat Hebat dan Sejahtera, dan tahun 2021 Lambar tidak ada lagi pekon tertinggal.

Dari paparan yang disampaikan oleh perwakilan pendamping desa, atas hasil survey IDM yang sudah dilakukan sejak Awal mei lalu, sudah tidak ada lagi pekon dengan status tertinggal di Airhitam.  

“Alhamdulilah, tahun 2020 pekon-pekon di Kecamatan Airhitam sudah tidak ada lagi yang berstatus tertinggal,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Dahlin, selain lepas dari status tertinggal, juga ada 4 pekon yang naik statusnya menjadi pekon maju dari sebelumnya berstatus pekon berkembang, yaitu Semarangjaya, Sumberalam, Gunungterang dan Srimenanti. 

“Selamat kepada semua pekon di Air Hitam khususnya yang naik statusnya, dari tertinggal menjadi berkembang dan dari berkembang menjadi mandiri, semoga 2 pekon lainnya yang saat ini statusnya tidak naik, tahun 2021 bisa menyusul menjadi pekon maju, dan ada dari 4 pekon maju yang menjadi pekon mandiri,” harapnya.

Dijelaskan juga oleh Dahlin, dari analisa yang dilakukan bersama, dari 3 indeks yang menjadi penyusun IDM, indeks ketahan ekonomi adalah yang masih lemah, untuk itu kedepan, program kegiatan di pekon akan lebih berorientasi pada aspek ekonomi.

“Bicara membangun Ekonomi itu bukan hanya bicara pasar, warung atau perdagangan saja, tapi sarana dan prasarana pendukung dan penguat ekonomi itu juga menjadi penentunya, seperti jalan, irigasi, teknologi dan lainnya yang itu semua menjadi prioritas dari penggunaan dana desa” jelas dia. 

Untuk itu pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan sebelum pekon menyusun RKP Desa tahun 2021, sehingga target kabupaten, target kecamatan bersinergi dan sinkron dengan perencanaan pembangunan di pekon atau sebaliknya.

“Ada 5 tingkatan status desa versi Kemendes PDTT, dari yang paling rendah yaitu sangat tertinggal, tertinggal berkembang, maju dan tertinggi mandiri.  Dan untuk pekon di Kecamatan Airhitam tahun 2020 ini adalah 6 berkembang dan 4 maju. Status IDM tersebut juga menjadi salah satu faktor untuk menghitung alokasi Dana Desa tahun 2021,” ujar pihaknya.

Selain membahas tentang IDM, rakor pun membahas kesiapan Airhitam dalam penerapan new normal dan kegiatan-kegiatan yang akan di laksanakan di tahun 2020 ini, ditengah banyaknya kegiatan tanggap covid-19.

Sementara itu, koordinator pendamping desa kecamatan Air Hitam, Ahmad Suryanto menjelaskan, teknis pelaksanaan survey idm tersebut. 

Dijelaskan oleh Yanto, bahwa Indeks Desa membangun atau IDM adalah indeks komposit, artinya terdiri dari beberapa indeks, yaitu Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). 

Ada 6 dimensi dan terinci dalam 22 perangkat indikator dan 54 indicator sebagaimana dijelaskan dalam Permendes PDTT No.2/2016 tentang Indeks Desa membangun. 

Indeks Ketahan sosial (IKS) terdiri dari 4 dimensi, yaitu dimensi modal sosial, kesehatan, pendidikan dan pemukiman.  Indicator IKS ini diantaranya adalah akses ke sekolah, akses ke fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, kegiatan posyandu, kegiatan sosial masyarakat seperti gotong royong dan lainnya.

Indikator ekonomi pada Indeks Ketahanan Ekonomi diantaranya adalah akses ke perdagangan (pasar, minimarket, warung), terdapat kedai makanan, penginapan, akses terhadap keuangan (simpan pinjam, koperasi, bank), moda transportasi umum dan lainnya.  

Dan indikator ekologi pada Indeks ketahanan lingkungan (IKL) diantaranya adalah kualitas air, tanah, udara, sungai, kejadian bencana, kesiapan tanggap bencana.

Yang perlu perhatian untuk kedepan adalah untuk indikator-indikator yang terkait Ekonomi yang masih rendah nilainya.

“Menjadi PR bersama untuk mengkonsep kegiatan-kegiatan di pekon untuk APBPekon 2021,” kata Yanto.

Disampaikan juga oleh Yanto, ada beban pada pendamping ketika status pekon tidak berubah setelah 5 tahun dana desa, atau berubah tapi tidak signifikan.

Akan menimbulkan pertanyaan ketika sudah 5 tahun DD tapi pekon secara IDM tidak meningkat statusnya, perencanaannya yang kurang bagus atau ada masalah perencanaan dan pelaksanaan penggunaan dana desa di pekon tersebut 

Untuk itu pihaknya bersyukur untuk Airhitam progress pekon dengan adanya DD ini terlihat dan terasa oleh masyarakat. (rin/mlo)



Pos terkait