Unila Terima Mahasiswa Baru Jalur Undangan Sebanyak 94 Persen Putra Daerah

  • Whatsapp
Rektor Unila Prof. Karomani

Medialampung.co.id – Universitas Negeri Lampung (Unila) merasakan kewajiban moral memajukan masyarakat dan kebudayaan Lampung. Demikian dikatakan Rektor Prof. Karomani yang bahkan mewujudkannya ke dalam seluruh kinerjanya sebagai pemimpin Unila.

Dalam jalur undangan penerimaan mahasiswa baru, hal itu diwujudkan dengan menerima putra daerah sebanyak 94% dari jatah yang tersedia; tersisa hanya 6% untuk mahasiswa luar Lampung. Sebagai perbandingan, ITERA menerima hanya 57% putra daerah; masih menerima 43% mahasiswa luar Lampung.

Bacaan Lainnya

Di ranah kelembagaan dihidupkan kembali Pusat Penelitian Budaya Lampung. Kesadaran bahwa budaya Lampung perlu perhatian dan pembiayaan khusus mendorong Rektor Karomani membangkitkan kembali pusat penelitian tersebut.

Masih di ranah kelembagaan, kepedulian Unila pada kebudayaan Lampung terbukti juga dengan pembukaan program studi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung. Prodi itu sudah diupayakan selama empat belas tahun dan baru terwujud sekarang. Keberhasilan itu memang diraih berkat ikhtiar banyak pihak, tetapi sangat mencolok peran Prof. Karomani. Mereka yang mengikuti cukup dekat bagaimana mengikhtiarkan prodi tersebut tentu tahu sepak terjang Rektor Unila mengegolkan prodi yang ditunggu-tunggu masyarakat Lampung itu.

“Sekarang Unila tengah dalam proses membangun dua rumah adat. Direncanakan lokasinya di FKIP. Dua rumah adat itu akan jadi ikon kelampungan dan sekaligus laboratorium budaya Lampung di Unila,” ungkapnya.

Selain itu, sedang saat ini sedang proses  pembuatan film layar lebar mengenai pahlawan nasional Radin Inten II. Film itu menyasar generasi milenial agar mereka menghayati dan kemudian mewujudkan nilai-nilai kepahlawanan Radin Inten II ke dalam perilaku sehari-hari.

“Rangkaian kinerja itu bukti menggembirakan mengenai kesadaran moral dan kecintaan Unila pada masyarakat dan budaya lampung. Dan sebagai pemimpin, Rektor Unila berhasil mewujudkan kesadaran dan kecintaan itu dengan karya nyata. Bukan dengan retorika dan kata-kata kosong belaka,” tutupnya. (*/mlo)




Pos terkait