Unsur Pimpinan Kecamatan Kunjungi Balita Penderita Hydrocephalus 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sejumlah unsur pimpinan kecamatan (Uspika) Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat diantaranya Camat Batuketulis Sutian, S.Pd, M.M, Kapolsek Sekincau AKP Sukimanto S.Sos, M.M, Kasubbag TU UPT Puskesmas Rawat Inap (PRI) Batukebayan Tuah Padan Sinaga S.K.M, Peratin Argomulyo Harjan mengunjungi Zenia Berliano, balita berusia 2.5 Tahun penderita Hydrocephalus di Pemangku III, Pekon Pekon Argomulyo kecamatan setempat,  Rabu (16/9).

Dalam kunjungan itu, jajaran uspika menyalurkan sejumlah bantuan pangan dan bantuan tunai guna meringankan beban kebutuhan sehari-hari keluarga balita perempuan tersebut.

Bacaan Lainnya



Camat Batuketulis Sutian mengatakan, sedikit banyaknya bantuan yang disalurkan tersebut diharapkan dapat meringankan kondisi ekonomi yang dirasakan oleh pihak keluarga. selain itu pihaknya juga mengajak para dermawan untuk ikut serta membantu Zenia dalam melawan penyakit yang dideritanya melalui pengobatan secara medis. 

“Penyakit yang dialami adinda zenia ini mulai menunjukan gejala pada usia 4 bulan, dimana sejak itu kedua orang tuanya terus berupaya melakukan berbagai macam pola pengobatan agar penyakit yang diderita anaknya dapat disembuhkan,” ujarnya. 

Saat ini, lanjutnya, di usianya yang ke 2,5 tahun Zernia harus menjalani kontrol secara rutin sebagai proses pengobatan medis. Meskipun secara administrasi pengobatan akan segera di cover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), namun pihak keluarga masih membutuhkan uluran tangan guna meringankan biaya perawatan sehari-hari. 

Sementara, Kapolsek Sekincau AKP Sukimanto mewakili Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.Ik, M.H, mengatakan, yang turut menyalurkan sejumlah bantuan berharap agar bantuan itu dapat meringankan beban yang dialami.

“Kita semua berharap dan berdoa agar anak kita Zenia Berliano ini lekas sembuh, dan orang tuanya senantiasa diberikan semangat dan kekuatan untuk menjalani semua ini,” harapnya.

Terpisah, Kasubag TU UPT PRI Batukebayan Tuah Padan Sinaga, S.K.M, mendampingi Kepala PRI Batukebayan Sarwo Edi Wahono S.K.M mengatakan bahwa penyakit yang diderita zernia memang sudah diketahui sejak usia 4-6 bulan, Namun hingga kini bayi tersebut belum menjalani operasi karena sebelumnya terkendala lantaran belum tercover oleh  BPJS.

“Saat ini secara administrasi bayi tersebut sudah kita daftarkan dan tinggal menunggu kartu BPJS-nya keluar, sehingga atas izin dari orang tua nantinya balita ini akan mendapat penanganan medis,” tandasnya.(edi/mlo)



Pos terkait