Upaya Cerdas Bupati Lambar di Sektor Wisata Tuai Pujian

  • Whatsapp
Koordinator Kabupaten P3MD Lambar Anton Hilman, S.Is.

Meedialampung.co.id – Dukungan dan pujian kepada Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus dalam meng-endorse potensi wisata yang tersebar di pekon-pekon Bumi Sekala Bekhak, tersebut terus bermunculan. 

Sebagaimana disampaikan oleh Koordinator Kabupaten Program Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Lampung Barat, atau lebih dikenal dengan pendamping desa Anton Hilman, S.Is.,

Bacaan Lainnya

“Keindahan alam Kabupaten Lampung Barat, sudah mendapat banyak pengakuan, seperti udara yang dingin, berkabut adalah anugerah yang maha kuasa. Dan Pemkab yang fokus dan menjadikan wisata sebagai salah satu program unggulan dalam pembangunan adalah suatu pilihan yang jenius dan futuristik,” kata Anton.

Dari awal menjabat sebagai Bupati, sudah banyak, mungkin hampir semua potensi wisata yang pekon -pekon mulai kembangkan dikunjungi oleh Bupati, ada lokasi calon tempat wisata yang jalannya masih jalan setapak, atau hanya bisa menggunakan motor, itu semua dikunjungi Bupati. Dan ini memberi semangat kepada pekon untuk menggali, membanguan dan memanfaatkan lokasi-lokasi yang akan dijadikan tempat wisata.

Dijelaskan oleh Anton, mata pencaharian penduduk Lampung Barat lebih dari 80% adalah petani. Yakni, Petani Kopi Hortikultura, tetapi kopi adalah tanaman pokok. Kampung Kopi dan Sekolah kopi tetap menjadi brand Lampung Barat. Namun seiring dengan bertambahnya penduduk dan kebutuhan lahan pemukiman, lambat laun akan terjadi pengurangan lahan pertanian. Apalagi, 55% luas Lambar adalah hutan, baik hutan lindung, hutan adat, hutan suaka alam dan Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS). Hutan tersebut hampir tidak mungkin dialihfungsikan menjadi kawasan pemukiman, kecuali dengan kondisi tertentu.

Dengan berkurangnya lahan pertanian, dimasa mendatang, tentu akan berpengaruh terhadap pendapatan per kapita warga. Walaupun Pemkab melalui dinas terkait sudah dan sedang terus melakukan intensifikasi pertanian dan meningkatkan kualitas dan produksi pertanian. Integrasi pertanian, peternakan, perikanan sudah dari dulu dilakukan hingga saat ini.

Tetapi itu semua tidak akan menjadi jaminan akan dapat menjawab tantangan zaman karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahan untuk pemukiman.

Secara bahasa, kalau diartikan, Pariwisata berasal dari dua kata, yakni Pari dan Wisata. Pari dapat diartikan sebagai banyak, berkali-kali, berputar-putar atau lengkap. Sedangkan wisata dapat diartikan sebagai perjalanan atau bepergian.”Pariwisata” dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Pariwisata adalah salah satu solusi yang tepat dan potensial di Lampung Barat. Ada banyak potensi wisata dan juga banyak yang sudah menjadi destinasi wisata baik bagi warga lambar maupun luar Lambar bahkan mancanegara. Air terjun, wisata sungai, wisata gunung, wisata perbukitan, wisata kuliner di area persawahan, Kebun Raya Liwa, Geopark Suoh, situs megalitik, masjid puncak dan Islamic Center yang indah dan wisata alam lainnya semua ada di Lambar.

Potensi wisata alam ini, akan mempunyai multi efek baik terhadap perekonomian; lapangan pekerjaan, dan jasa perdagangan lainnya. Menggali dan memaksimalkan potensi wisata Ini akan menggerakkan para pemuda desa, para mahasiswa asal desa akan membawa inovasi-inovasi ke desa. 

Jika anak-anak muda sudah terlibat, ini sangat strategis. Karena sekaligus akan menjadi tenaga-tenaga pemasar destinasi wisata bersangkutan. “Anak-anak muda biasa bermain medsos. Mereka berswafoto atau selfie, kemudian mempromosikan destinasi tersebut ke jejaring yang mereka miliki,” katanya.

Multiplier effect adalah suatu kegiatan yang dapat memacu timbulnya kegiatan lain. Pariwisata akan dapat menggerakan komponen lainnya, seperti transportasi, makanan, minuman dan perhotelan atau homestay. Dan akhirnya mulai muncul kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif, industri rumah tangga (home industry), restoran, rumah makan dan warung, hotel non bintang, travel biro, angkutan wisata, money changer, atraksi budaya dan hiburan lainnya, jasa perorangan, dan pramuwisata.

Warga akhirnya bisa membuat produk-produk makanan dan kerajinan berbasis potensi lokal yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Warung-warung makan misalnya, harus membeli bahan baku makanan dari petani setempat, Permintaan akan produk lokal meningkat. Lapangan pekerjaan yang menjadi efek dari pariwisata ini dapat membantu masyarakat dengan semua level pendidikan, tamat SMP, SMA ataupun yang sarjana dapat berkompetisi memanfaatkan lapangan kerja dari pengembangan wisata. 

Dapat kita bayangkan Lima tahun kedepan, dengan kebijakan dan dukungan program dari Pemkab dan juga sinkronisasi pembangunan pekon dengan dana desanya, akan terwujud 100 destinasi wisata di Lampung Barat.

Selain sebagai kabupaten kopi, juga menjadi kabupaten yang memiliki 100 destinasi wisata. Lampung Barat Hebat dan Sejahtera akan dapat segera terwujud dan menjadi nyata. (r1n/mlo)




Pos terkait