Usai Dilaunching, Posyandu Mulai Layani Program Timbang Balita

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Usai di launching oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat melalui Dinas Kesehatan. Pelayanan program bulan timbang balita kini mulai dilaksanakan di seluruh pos pelayanan terpadu (posyandu) seperti di Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Rabu (5/8). 

Guna memastikan pelayanan berjalan dengan baik, Pemerintah Kecamatan Balikbukit melakukan pemantauan kegiatan pelayanan meliputi Imunisasi, pemberian vitamin A, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak serta sejumlah layanan lainnya. 

Bacaan Lainnya



Dalam kesempatan itu, Camat Balikbukit Drs. Akmal Hakim mengatakan, kegiatan pelayanan itu dilaksanakan bertepatan dengan Bulan Timbang balita yang merupakan salah satu program dari Pemerintah dalam rangka memenuhi informasi tentang data status gizi balita dan mencegah terjadinya Kekurangan Vitamin A (KVA). 

“Dengan kata lain, program bulan timbang balita yang dilaksanakan setiap bulan agustus ini adalah untuk intensifikasi penimbangan dan pemberian vitamin A serta sejumlah pelayanan kesehatan lain berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Dan sesuai amanat pak Bupati Parosil Mabsus seluruh ibu dan anak usia 0-5 tahun untuk datang ke posyandu agar mendapat pelayanan ini,” pintanya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa peran posyandu adalah untuk mengawal tumbuh kembang bayi dan balita, sehingga kesuksesan program ini harus didasari dengan semangat para kader posyandu serta peran orang tua balita dengan rutin mengawal pertumbuhan dan perkembangan para generasi penerus bangsa tersebut agar mampu menjadi generasi sehat dan cerdas. 

“Kita tentu menyadari bahwa balita adalah calon generasi penerus bangsa, di mana masa pertumbuhan dan perkembangan balita harus menjadi perhatian kita bersama Dengan mempertimbangkan sisi manfaat Posyandu ini mari kita bersama menyukseskan Program Bulan Timbang balita ini dengan semangat,” pintanya.

Sementara, kepala UPT Puskesmas Liwa Harjunadi, S.St, menambahkan bahwa keberadaan posyandu adalah untuk membantu pelayanan dan pemberdayaan masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak melalui lima program pelayanan yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) seperti melakukan pengukuran tinggi dan berat bayi, memberikan kebutuhan gizi yang cukup untuk ibu dan anak, dan melakukan imunisasi.

“Kemudian, mendorong ibu untuk merencanakan kehidupan melalui program Keluarga Berencana (KB), serta melakukan pencegahan dan penanggulangan diare kepada masyarakat di lingkungan masing-masing posyandu melalui penyuluhan,” imbuhnya.

Melalui kelima program itu juga, lanjutnya, menjadi upaya untuk menekan angka penderita stunting atau suatu kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak yang lebih rendah/pendek (kerdil) dibanding standar tinggi badan berdasarkan umurnya. 

“Untuk mengantisipasinya hal itu upaya yang harus dilakukan yaitu dengan mengawal tumbuh kembang anak melalui pelayanan posyandu,” imbuhnya.(edi/mlo)



Pos terkait