Vaksinasi 99 Persen, SMAN 1 Sumberjaya Siap Belajar Tatap Muka Penuh 

  • Whatsapp
Kepala SMAN 1 Sumberjaya Satarudin, M.Pd

Medialampung.co.id – Upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui percepatan vaksinasi cukup manjur, Pasalnya seiring waktu virus yang menghantui kehidupan selama dua tahun tersebut perlahan mulai terkendali, dan aktifitas masyarakat berangsur kembali normal seperti sektor pendidikan yang mulai menunjukkan geliat menuju belajar tatap muka secara normal.

Seperti pantauan media ini di SMA Negeri 1 Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat, semangat siswa, dewan guru menjalankan aktivitas belajar tatap muka cukup tinggi, seolah aktivitas belajar kembali di sekolah menjadi obat kerinduan, setelah sekian lama menerapkan belajar online (Daring) akibat Covid-19. 

Bacaan Lainnya

Dikonfirmasi di ruang kerjanya kepala SMAN 1 Sumberjaya Satarudin, M.P.d., menyampaikan, jika sudah turun izin belajar tatap muka penuh dari pemerintah, baik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi dan Pemkab Lambar sudah turun.

Maka SMAN 1 Sumberjaya salah satu sekolah yang siap menjalankannya, hal itu karena selama penerapan KBM terbatas tidak terjadi hal-hal yang mengarah Covid-19 atau tidak adanya siswa ataupun guru yang terpapar virus corona. 

Tapi Satarudin memprediksi jika kondisi terus membaik, penerapan belajar tatap muka penuh setelah selesainya semester satu yang tahapan semesternya dilaksanakan 29 November. “Semoga awal 2022 mendatang KBM sudah sepenuhnya normal tapi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),” harapannya. 

Disebutkan Satarudin, dengan telah digencarkan vaksinasi. Khusus di SMAN 1 Sumberjaya, persentase siswa dan guru yang telah menjalani vaksin mencapai 99%. Hanya saja untuk siswa baru melaksanakan vaksinasi tahap pertama dan baru akan mengikuti vaksinasi tahap kedua 11, Jumat (11/11). 

“Gerai vaksinasi yang telah dilaksanakan sebelumnya bukan saja dilakukan oleh siswa didik dan dewan guru melainkan masyarakat umum dengan prioritas orang tua siswa, agar betul-betul target Herd Immunity dapat diraih,” terang pihaknya. 

Ditambahkan guru setempat Irfan, dari total 659 siswa didik SMAN 1 Sumberjaya, tinggal Sembilan orang siswa yang belum dapat divaksin, lantaran memiliki penyakit bawaan. 

Diulasnya sebelum diberikan vaksinasi penerapan belajar tatap muka siswa dibagi dua sesi 50 persen belajar pagi, 50% belajar siang. Namun setelah dilakukan vaksinasi siswa belajar 100% hanya saja waktu belajar yang diterapkan baru 3,5 jam. Atau tidak adanya masa istirahat belajar. “Kalau secara normal waktu belajar per harinya Enam jam,” tandasnya. (r1n/mlo)

Pos terkait