Vaksinasi Pelajar di Lampura Minim

  • Whatsapp
Kabid Pencegahan dan Penyebaran Penyakit (P2) Dinkes Lampura, dr. Dian Mauli

Medialampung.co.id – Capaian vaksinasi anak sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), hingga kini baru mencapai 2,13 %.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Lampura, dr. Dian Mauli mengatakan, vaksinasi anak umur 12-17 tahun sebanyak 1.382 orang atau 2,13% dari target 64.944 anak pada tahap pertama. Dan dosis kedua 123 anak (0,04%), sampai akhir September 2021.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk dosis kedua, baru ada 123 anak usia sekolah yang divaksin, dan pertama 2,13%,” kata Dian, Selasa, (28/9).

Lalu, di urutan kedua paling kecil atau dari paling bawah diduduki oleh sasaran masyarakat umum dan rentan. Yang capaiannya baru 10,86% (34.072) pada dosis I, dan kedua mencapai 4,93% (15.473) dari target 313.673.

“Selanjutnya, serapan untuk lansia, yang baru mencapai 4.152 orang (8,65%) untuk dosis pertama. Dan dosis kedua baru mencapai 2.015 orang (4,2%), dari target 47.994 orang,” terangnya.

Menyusul, kata dia, petugas di pelayanan publik sebanyak 17.408 orang (59,22%) untuk dosis pertama. Dan sebanyak 11.256 orang (38,29%), dari target sasaran 29.397 orang.

“Saat ini kita sedang memprioritaskan vaksinasi bagi guru dan anak sekolah atau usia 12-17 tahun, baik itu kerja sama dengan TNI-Polri untuk percepatan. Maupun organisasi profesi lainnya, macam IDI, PPNI, IBI dan lainnya. Atau dengan menjadi relawan vaksinasi, berbagai hal dilakukan demi memenuhi target,” terangnya.

Disisi lain, kekhawatiran warga muncul dengan rendahnya serapan peserta didik. Belum lagi, praktek protokol kesehatan khususnya sekolah jenjang pendidikan dasar sampai ke dasar (SD) dan TK/PAUD.

“Cukup prihatin melihatnya, kalau di sekolah menengah kemungkinan anak-anak sudah mengerti. Tapi sekolah dasar atau taman kanak-kanak kan sulit pengawasannya, belum lagi keterbatasan gurunya. Harapannya dapat dimaksimalkan lagi pengawasan satgas di tingkat sekolahnya,” ujar salah seorang warga, Rani, yang juga wali murid siswa sekolah dasar disana.

Sebelumnya, pantauan di lapangan masih ada beberapa diantaranya belum melaksanakan praktek protokol kesehatan sesuai SOP. Seperti macam di tingkat sekolah dasar, karena disebabkan keterbatasan guru dan satgas Covid-19 hingga terlena serta ada pembiaran terhadap anak sekolah. (adk/ozy/mlo)


Pos terkait