Video Adegan Panas Anak Dibawah Umur Kembali Tersebar di Lamteng

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Lagi-lagi, kasus kejahatan seksual anak di bawah umur terjadi di Lampung Tengah. Korbannya DK (15), warga Kecamatan Bandarmataram.

Kapolsek Seputihmataram Iptu Ramdani mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan pihaknya menerima laporan kekerasan seksual anak di bawah umur dengan Laporan Polisi No.LP/B/169/V/2021/SPKT.UNIT RESKRIM/POLSEK SEMAT/POLRES LAMTENG/POLDA LAMPUNG, Tgl. 29 Mei 2021. 

Bacaan Lainnya


“Kasus ini dilaporkan oleh orang tua korban. Tersangka RA (19), warga Kecamatan Bandarmataram, sudah kita amankan dari rumahnya, Sabtu (29/5) sekitar pukul 16.30 WIB,” katanya.

Kronologis pencabulan, kata Ramdani, awal mulanya korban ditelepon tersangka. “Korban ditelepon tersangka, Kamis (15/4) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban diminta menemui tersangka di depan SDN 1 Mataramjaya. Korban datang dan diajak tersangka ke rumah kakaknya yang kosong di wilayah Kecamatan Bandarmataram. Korban dipaksa melayani nafsu bejat tersangka,” ujarnya.

Dalam penangkapan tersangka, kata Ramdani, diamankan barang bukti rok panjang, baju motif bunga, BH, kaos, dan celana dalam pink. “Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Jo dan Pasal 82 Jo 76e UU RI No.17/2016 tentang Perppu No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono mengaku cukup prihatin terhadap terus meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak. 

“Kita merasa prihatin banyaknya kasus seksual terhadap anak pada masa pandemi Covid-19 ini. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah preventif agar korban tidak berjatuhan,” katanya.

Dalam kasus ini, kata Eko, pihaknya sudah mendampingi korban. “Kita sudah mendampingi korban. Korban sangat trauma. Korban dan tersangka tidak pacaran. Tapi hanya TTM (teman tapi mesra). Pengakuan korban dan tersangka baru sekali ini,” ujarnya.

Jauh lebih memprihatinkan lagi, kata Eko, perbuatan cabul ini juga divideokan. “Divideokan hingga tersebar di media sosial. Terungkap setelah orang tua korban mendapat informasi soal video ini. Korban pun mengakui hal ini kepada orang tuanya. Karena itu, LPA juga berharap aparat kepolisian mengusut kasus penyebaran video panas korban dan tersangka,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait