Wabup Mad Hasnurin Salurkan 2018 Paket Sembako di Batuketulis 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mad Hasnurin didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Ir. Nata Djudin Amran, Inspektur Lambar Drs. Nukman, M.M, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, menyalurkan bantuan sembako sebanyak 2018 paket di wilayah Kecamatan Batuketulis, Rabu (10/6).

Bantuan yang secara simbolis disalurkan di Balai Pekon Luas, itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga kurang mampu di tengah pandemi Covid-19. Proses penyaluran itu juga dihadiri Camat Batuketulis Sutian, S.Pd, M.M, serta jajaran aparatur pemerintah kecamatan dan pekon di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya



Dalam kesempatan itu, Mad Hasnurin menyampaikan bahwa bantuan sembako itu disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga kurang mampu di tengah pandemi Covid-19. Adapun total bantuan yang disalurkan yaitu sebanyak 2018 Paket Sembako dengan rincian Pekon Sumberrejo 235 Paket, 

Pekon Batukebayan 274 Paket, Pekon Bakhu 260 Paket, Pekon Luas 279 Paket, Pekon Campangtiga 110 Paket, Pekon Argomulyo 100 Paket, Pekon Kubuliku Jaya 200 paket, Pekon Atarbawang 108 Paket, Pekon Wayngison 172 Paket, dan Pekon Atarkuwau 280 paket.

“Selain sembako, kita bagikan juga masker sebanyak 10.090 pcs untuk masyarakat di 10 pekon. Tentunya mewakili pemerintah daerah kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada beberapa kriteria kelompok penerima manfaat (KPM) tersebut diantaranya masyarakat kurang mampu yang tidak tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masyarakat yang sama sekali tidak mendapat bantuan dari program bantuan pusat (PKH, BPNT, BST maupun BLT -DD).

“Selain itu masyarakat yang sama sekali tidak memiliki pendapatan atau yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 serta masyarakat yang  terkena dampak karantina wilayah akibat terjangkit virus Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, Kegiatan masyarakat dan perekonomian harus terus berjalan setelah beberapa bulan yang lalu sempat terhambat dan menimbulkan dampak yang luar biasa dalam kehidupan. “Jangan sampai krisis kesehatan berakibat krisis ekonomi dan menimbulkan krisis kemanusiaan,” imbuhnya. 

Tak lupa, memasuki masa new normal ia mengingatkan tim gugus tugas kecamatan dan pekon harus terus melakukan sosialisasi, dan pengawasan untuk mendisiplinkan masyarakat.  

“Yang terpenting di masa New Normal adalah kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Di jajaran pemerintahan kita harus melakukan penyesuaian pelayanan di tengah pandemi Covid-19. Pelayanan harus berjalan, tetapi mengikuti protokol kesehatan,” imbuhnya. (edi/mlo)



Pos terkait