Waduh, 11 Alat Perekam KTP di Sejumlah Kecamatan Rusak

  • Whatsapp
Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Lampura, Tien Rostina

Medialampung.co.id –  Masyarakat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tampak mengeluhkan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten setempat, khususnya terkait perekaman pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ada di setiap Kecamatan.

Akibatnya, sejumlah masyarakat Kabupaten Lampura, terpaksa harus datang langsung ke Kantor Disdukcapil. 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut, disebabkan karena alat yang tersedia di Kantor Kecamatan tidak berfungsi.

Menurut Roy Apriyanto, warga Kecamatan Bukit Kemuning, semestinya alat perekaman pembuatan KTP dapat dilakukan di Kecamatan masing-masing. Namun kenyataan di lapangan tidak seperti itu.

Dengan terjadinya sejumlah persoalan tersebut, dirinya dan masyarakat lainnya mengaku kecewa atas pelayanan yang ada di Kecamatan. 

Terlebih lagi mengingat, jarak tempuh dari Kecamatan Bukitkemuning, menuju kantor Disdukcapil, kurang lebih 30 kilometer. 

Tentunya hal tersebut sangat menyita waktu masyarakat Lampura yang notabenenya adalah seorang petani.

“Seharusnya perekaman KTP ini bisa dilakukan di kecamatan masing-masing. Tapi kenyataannya, setiap warga yang mau membuat KTP di Kecamatan itu gak bisa. Karena alat-alatnya rusak. Jadi kalau mau buat KTP Masyarakat terpaksa harus datang ke kantor Capil,” ujarnya dengan nada sedikit kesal, Selasa (15/12) sekira pukul 10.30 WIB.

Selain itu, dari 23 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lampura, diketahui hanya 12 Kecamatan saja alatnya yang masih berfungsi. Selain dari itu, masyarakat harus pergi ke Kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman KTP.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Lampura, Tien Rostina. Tien Rostina mengaku, peristiwa itu terjadi disebabkan oleh, alat-alat yang ada di 11 Kecamatan tersebut usianya sudah cukup uzur. 

Sehingga alat-alat tersebut sudah tidak memungkinkan lagi untuk digunakan. Namun di 12 Kecamatan lainnya, alat-alat perekaman KTP masih dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Sejauh ini Disdukcapil Lampura telah merencanakan peremajaan peralatan, demi mengoptimalkan pelayanan,” ujarnya singkat.(adk/ozy/mlo)


Pos terkait