Wahyudi : Wewenang Kecamatan Hanya Membina

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satu hari pasca beredarnya foto kerusakan bangunan dreinase program Anggaran Dana Desa (ADD) milik Pekon Tambakjaya, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang terletak di Pemangku Purworejo, pihak Kecamatan setempat langsung memberikan respon

Camat Waytenong Wahyudi Heru Iskandar, S.Ip. M.Ip., menyebutkan pihaknya mengutus Sekcam M. Yones, S.S.Tp. M.H., dan beberapa jajaran lainnya melakukan peninjauan ke lokasi, dan ketika tiba kerusakan yang terjadi tampak sudah diperbaiki.

Bacaan Lainnya



Diakuinya, dalam pembangunan dreinase itu, pihak kecamatan maupun kabupaten belum melakukan pengecekan karena pada tahapan monitoring dan evaluasi (monep) ADD September kemarin, kegiatan tersebut  belum dilaksanakan karena masuk kegiatan ADD tahap III.

Namun demikian sesuai peran dan fungsi pihak kecamatan telah menyurati pekon agar semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak-Juknis).

Ia juga menjelaskan, dalam peran mengawasan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), kecamatan hanya berkompeten melakukan penilaian dan pembinaan artinya kata dia jika ada indikasi lain ranahnya bukan lagi di kecamatan.

“Jika memang ada usulan yang menyebutkan perlu dilakukan audit secara fisik dan secara adminstrasi, mengecek Laporan Pertangung Jawaban (LPj) guna memastikan kondisi bangunan yang sebetulnya tentunya harus dilakukan melalui instansi berkompeten dan kami tidak ada wewenang,” katanya.

Sementara dari informasi yang berhasil dirangkum, satu hari pasca mencuatnya permasalahan tersebut, pihak pekon langsung bergerak melakukan perbaikan. “Saat ini titik yang rusak sudah dibedaki lagi, tapi namanya bedak gak lama luntur lagi,” katanya.

Terpisah dikatakan Ana Badriah, yakni istri Peratin Slamet Widodo, ketika dikonfirmasi via ponsel peratin, menyebutkan lokasi bangunan Dreinase itu berada di tebing sehingga jika memang ada kekurangan seperti ukuran itu terpaksa dilakukan karena faktor kondisi tanah. Dan kegiatan itu sendiri sediannnya dilakukan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas). “Kegiatan itu dikerjakan oleh Pokmas dan lokasinya ada di tebing,” singkatnya sembari menyebutkan jika Peratin masih diluar rumah ada urusan. Hanya saja disayangkan beberapa kali dihubungi ulang meskin nomor ponselnya aktif namun tidak direspon. (ius/mlo)



Pos terkait