Walikota Bandarlampung Tinjau Vaksinasi Pelajar SMP di Lima Sekolah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – WaliKota Bandarlampung, Eva Dwiana meninjau vaksinasi pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) Negeri yang berlangsung di lima titik Kota Bandarlampung yakni SMPN 32 Jl. Terusan Darussalam Kel. Susunan Baru, Kec. TKB, SMPN 14 Jl. Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, SMPN 2 Jl. Pramuka, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, SMPN 11 Jl. Raden Sentot Alibasyah No.11, Kelurahan. Ketapang, Kecamatan Panjang, dan SMPN 37 Bandarlampung, Jumat (3/9).

Eva Dwiana menjelaskan bahwa Vaksinasi pelajar SMP Berlangsung di 45 sekolah yang dilaksanakan secara bertahap dan untuk hari ini ada 23 sekolah yang melangsungkan secara serentak dengan disiapkan 7.000 dosis vaksin pertama yang masing-masing sekolah mendapatkan 200 dosis vaksin.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk vaksin pelajar ini berusia 12-15 tahun, dan kalau untuk vaksin anak-anak remaja berusia 17-25 tahun itu kita arahkan ke puskesmas masing-masing, dan doakan saja Insyaallah kedepannya vaksin ini bertambah lagi,” ujar Eva

Lanjutnya, Eva menghimbau kepada seluruh siswa Kota Bandarlampung untuk tetap melakukan Protokol Kesehatan dengan benar walaupun sudah mengikuti vaksin.

“Kalau sudah divaksin kita tetap pakai protokol kesehatan, jangan lengah, kita pakai masker sampai dua lapis ini karena sekarang lebih rentan terpapar Covid-19, jadi kita harus pakai prokes terus, tetap pakai masker, kalau kalian pakai prokes, terus kita segera menuju zona aman, Insya Allah kita secepatnya akan sekolah tatap muka, ayo kita bekerjasama dengan memakai prokes,” katanya.

Eva Dwiana juga menjelaskan bahwa secepatnya vaksinasi di Kota Bandarlampung akan selesai dikarenakan saat kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kemarin ia meminta kepada presiden untuk penambahan vaksin di Kota Bandarlampung.

“Kita kemarin minta tolong kepada pak presiden kalau bisa vaksin untuk kita terus bertambah dan kata pak presiden untuk provinsi Lampung akan dibom untuk vaksinnya dan Insyaallah dengan dibomnya vaksin, masyarakat Bandarlampung semuanya bisa divaksin,” jelasnya.

Sementara, salah satu siswa bernama, Sava yang merupakan kelas 9 SMPN 37 Bandarlampung mengatakan bahwa awalnya ia merasa gugup dan takut sebelum mengikuti vaksinasi, karena belum pernah sebelumnya.

“Ya awalnya sih takut karena belum pernah, tapi setelah disuntik ternyata tidak sakit,” kata Sava.

Lanjutnya, sebelum vaksin dirinya sudah meminta izin kepada orangtuanya. Ia juga berharap vaksinasi di Kota Bandarlampung segera selesai agar secepatnya sekolah tatap muka bisa kembali dilaksanakan. (jim/mlo)


Pos terkait