Warga Bandarlampung Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tidak sedikit masyarakat mengeluh atas kenaikan harga cabai yang kian meninggi di sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung.

Seperti halnya salah satu pedagang cabai di Bambu Kuning. Bandarlampung Yono mengeluhkan kenaikan harga cabai japlak yang ia jual.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga cabai caplak atau kerap disebut cabai setan juga dikeluhkan para pembeli, sehingga masyarakat lebih memilih membeli cabai rawit sebagai penggantinya.

“Kini cabai caplak naik hingga 120 yang sebelumnya 80 hingga 100 per kilonya kenaikan sudah lama mas sudah hampir 2 minggu,” ujar pedagang cabai, Yono. 

Yono menambahkan, kenaikan harga cabai caplak disebabkan stok cabai yang sedang sulit. Namun, untuk harga cabai lainnya seperti cabai merah dan rawit masih wajar. 

“Cabai ceplak ini adanya cuma dari Jawa. Jadi kemungkinan stok cabe nya di sana lagi nggak kosong,” ungkapnya.

Sementara meri, pedagang lainya mengaku kenaikan kenaikan harga cabai caplak hingga Rp 120 ribu membuat sulit untuk menarik konsumen, agar dapat membeli.

Meri mengaku, susah untuk menjual cabai caplak dengan harga yang mahal. Dirinya memilih untuk tidak berdagang untuk saat ini.

“Iya mas saya nunggu nanti aja kalau sudah normal baru saya berjualan cabai caplak” kata dia.

Sementara salah satu pembeli cabai, Marni, mengatakan sejak naiknya harga cabai caplak dirinya memilih cabai rawit untuk penggantinya.

“Iya sekarang harga cabai setan sangatlah mahal, sebelumnya Rp80-Rp100 ribu per Kilonya, tapi sekarang harganya Rp120 ribu per Kilo,” singkatnya. (ion/mlo)




Pos terkait