Warga Bumi Ratu Mulai Bernapas Lega

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Pekon Bumi Ratu Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mulai bernapas lega. Pasalnya, infrastruktur jalan utama atau jalan poros menuju Pekon itu, kini ada titik terang dan ditangani oleh Pemkab setempat, meski dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pesbar, Ir.Jalaludin, M.P., melalui Kabid Bina Marga, Andrian Sani, S.T, M.T., mengatakan bahwa jalan poros di Pekon Bumi Ratu atau Satuan Pemukiman (SP) III eks kawasan transmigrasi itu sudah sejak lama menjadi perhatian Pemkab setempat. Tapi, karena kondisi anggaran daerah yang belum memungkinkan.

Bacaan Lainnya

“Sehingga pembangunannya tertunda dan baru bisa dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 ini,” kata dia, Selasa (2/11).

Meski begitu, lanjutnya, tahap awal pembangunan dan rehabilitasi jalan poros Pekon Bumi Ratu (Banjar Negeri-Mendati) itu, akan dilaksanakan secara bertahap dan belum bisa dilaksanakan sekaligus. Pasalnya, ruas jalan itu dengan panjang sekitar tujuh kilometer (7 Km), sehingga pembangunannya akan tetap menyesuaikan dengan kemampuan daerah.

“Untuk tahun anggaran 2021 ini jalan poros itu akan ditingkatkan menjadi hotmix sepanjang 830 meter, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.117.924.000,-. Ini juga menyesuaikan kemampuan daerah,” jelasnya.

Dijelaskannya, kini untuk pelaksanaan pembangunannya sedang dalam tahap proses pengerjaan, baik pengumpulan material dan lainnya. Karena itu diharapkan dalam pengerjaan pembangunan sebagian jalan poros Bumi Ratu tersebut tidak ada kendala. Mengingat saat ini juga sudah mulai memasuki musim penghujan. Pembangunan jalan poros itu tentu akan tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Pesbar. Karena itu mudah-mudahan kedepan bisa kembali dilaksanakan secara bertahap.

“Sehingga jalan poros dengan panjang sekitar 7 Km itu semua bisa tersentuh pembangunannya. Terlebih, di tahun anggaran 2022 mendatang Pemkab juga akan memprioritaskan kembali pembangunannya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sepanjang tiga Kilometer (3 Km),” katanya. 

Sementara itu, Peratin Pekon Bumi Ratu, Zaini Firdaus, mengatakan dengan mulai dilaksanakannya pembangunan di jalan poros menuju Pekon Bumi Ratu itu merupakan harapan masyarakat yang sudah sejak lama nantikan. Walaupun kini tidak semua akan dibangun, dirinya berharap kedepan kembali dilanjutkan pembangunannya oleh Pemkab setempat.

“Meski bertahap, kita tetap berharap seluruh jalan poros itu dibangun, karena jalan ini adalah akses utama masyarakat,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait