Warga Gotongroyong Bersihkan Sungai Way Balau

  • Whatsapp
Masyarakat Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di aliran sungai Way Balau. - Foto Yayan

Medialampung.co.id Sebagian masyarakat di Kelurahan Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melaksanakan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di aliran sungai Way Balau, Minggu (27/10).

Lurah Pasar Kota Krui, Sartono, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih sungai Way Balau kondisinya cukup parah akibat banyak tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai tersebut.

Bacaan Lainnya



“Tumpukan dari berbagai jenis sampah plastik, sampah bekas sayuran dan jenis lainnya sudah cukup parah, bahkan menyebabkan aliran sungai tersumbat dan tidak lancar,” katanya.

Dijelaskan, untuk sementara pihaknya bersama warga hanya membersihkan tumpukan sampah itu agar aliran sungai lancar. Sedangkan, untuk pengangkutan sampah dari sungai itu belum dapat dilaksanakan, dan sementara ini masih ditumpuk disepanjang pinggir sungai karena selain sulit diangkut juga tidak ada kendaraan untuk mengangkut ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

“Kita akan berkoordinasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Pesbar untuk membantu mengangkut sampah bahkan mengeruk sungai ini sehingga aliran sungai benar-benar lancar,” ujarnya.

Pihaknya khawatir dengan kondisi sampah di sungai Way Balau yang sudah cukup parah itu dapat memicu terjadi banjir saat musim penghujan, selain itu juga tumpukan sampah tersebut jelas bermuara ke laut. Sehingga itu akan berdampak terhadap nelayan dan ekosistem yang ada dilaut.

“Masyarakat berharap ada penanganan serius dari Pemkab untuk melakukan normalisasi aliran sungai Way Balau ini yang sudah sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga berharap ada pembangunan atau perbaikan drainase dari Lingkungan III hingga Lingkungan I atau tembus ke sungai Way Balau dengan panjang sekitar 500 meter. Mengingat drainase yang ada saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak dan sempit. Padahal draianse yang berada ditengah-tengah pemukiman warga itu kerap menjadi salah satu penyebab banjir.

“Masyarakat minta penanganan drainase dan sungai Way Balau ini dapat diprioritaskan Pemkab. Kedepan kita juga akan kembali melaksanakan gotong royong sehingga aliran sungai ini benar-benar bersih dan tidak tersumbat,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait