Warga Kelurahan Tugusari Digemparkan Penemuan Mayat

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Warga Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), digemparkan dengan penemuan mayat pria, atas nama Bahar (60), yang tak lain warga Kincir Dusun Margawiwitan II, Kelurahan Tugusari yang keseharinya berprosfesi  mencari daun pakis di dalam hutan untuk dijual.

Kapolsek Sumberjaya Kompol Arjon Syafrie R, S.H., mendampingi Kapolres Lambar AKBP Rachmad Tri Haryadi, S.I.K, M, H., menyampaikan korban ditemukan pertama kali  oleh Saibin (55) warga Pekon Waypetai dan Ripin warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong, yang hendak ke kebun kopi sekitar Pukul 07.30 WIB, Sabtu (19/10).

Bacaan Lainnya



“Kedua saksi berangkat ke kebun kopi di Talang Lirikan Dusun Margawiwitan II, di perjalanan mereka menemukan jasad korban. Jasad korban langsung dapat dievakuasi, karena kedua saksi langsung melapor ke Polsek Sumberjaya, setelah mendapat laporan anggota kami langsung terjun ke lokasi,” tegasnya.

Diduga kuat penyebab kematian korban akibat terpeleset di jalan setapak dengan kondisi turunan dan licin. Jasad korban tergeletak di tengah jalan dengan kondisi kepala korban tertimpah karung berisi daun pakis seberat kurang lebih 50 kilogran.

“Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), terungkap bahwa korban terjatuh karena beban yang dipanggulnya terlalu berat, ditambah kondisi jalan yang menurun dan sangat licin sehingga korban terpeleset dan meninggal dunia akibat kepalanya membentur batu,” ungkapnya.

Sementara dari hasil Visum di Puskesmas Sumberjaya oleh dr. Yudha juga menguatkan dugaan bahwa korban meninggal murni karena terjatuh, karena selain selain luka benturan di kepalanya tersebut tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan. Dengan perkiraan waktu meninggal lebih kurang 12 Jam, artinya Bahar meninggal sejak Jum’at sore (18/10).

Lanjut Arjon, adapun kegiatan korban sehari-hari bekerja mencari daun pakis di dalam hutan untuk dijual ke pasar. “Dari keterangan tetangganya, korban diketahui hidup sebatang kara di rumahnya, dan memang pak tua tersebut kesehariannya mencari daun pakis untuk dijual di pasar,” tutup Arjon.(ius/mlo)



Pos terkait