Warga Lambar Diimbau Manfaatkan Baksos Pelayanan KB Gratis 

  • Whatsapp
Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) M Henry Faisal, S.H, M.H.

Medialampung.co.id – Masyarakat di Kabupaten Lambar diharapkan untuk memanfaatkan momen bakti sosial (Baksos) pelayanan keluarga berencana (KB) yang digelar  Pemkab Lambar dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dalam rangka hari kontrasepsi sedunia (World Contraception Day) tahun 2020 di setiap kecamatan.

Plt. Kepala DP2KBP3A M Henry Faisal, S.H, M.H mengungkapkan, pelayanan KB tersebut dilaksanakan di 15 kecamatan, dan hingga Jumat (4/9) telah dilaksanakan di enam kecamatan yaitu  Kecamatan Kebuntebu dengan sasaran 5 IUD dan 20 implant,  Kecamatan Sumberjaya dengan sasaran 5 IUD dan 20 implant, Kecamatan Gedungsurian sasaran 10 IUD dan 20 implant, serta Kecamatan Air Hitam sasaran 10 IUD dan 20 implant, Kecamatan Balikbukit sasaran 15 IUD dan 40 implant, serta Kecamatan Batubrak sasaran 5 IUD dan 20 implan.

Bacaan Lainnya



Sedangkan untuk sembilan kecamatan sesuai dengan jadwal yaitu Senin (7/9) Kecamatan Sekincau, Kecamatan Belalau dan Kecamatan Batuketulis, Selasa (8/9) untuk Kecamatan Pagardewa dan Kecamatan Waytenong serta Rabu (9/9) akan dilaksanakan di empat kecamatan yakni Kecamatan Sukau, Kecamatan Lumbokseminung, Kecamatan Suoh dan Kecamatan Batubrak. 

“Setiap kecamatan ada target pelayanan KB MKJP IUD dan impan namun jika lebih dari target jumlah sasaran yang kita tentukan maka itu akan lebih bagus. Jadi kami berharap kepada masyarakat untuk memanfaatkan momen pelayanan KB gratis ini untuk ber-KB,” kata dia seraya menambahkan, jumlah sasaran yang ditentukan oleh pihaknya untuk 15 kecamatan yaitu untuk alat kontrasepsi implan sebanyak 180 dan  IUD 85 namun jika jumlah masyarakat yang ingin ber KB lebih dari target jumlah sasaran pelayanan tersebut maka itu akan lebih baik dan lebih bagus.  

Dia mengatakan, momentum hari kontrasepsi bisa menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kehamilan yang direncanakan, dan meningkatkan kesadaran penggunaan kontrasepsi serta menggiatkan edukasi seksualitas dan reproduksi.

Ia mengharapkan komitmen dan dukungan dari para mitra dalam pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Khususnya penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS), dalam rangka menunda, mengatur jarak, dan mengakhiri kehamilan.

”Kesuksesan program KB ditentukan oleh kesertaan masyarakat, peningkatan jumlah peserta KB baru, dan keberlanjutan peserta KB Aktif. Untuk itu, diperlukan dukungan dari stakeholder, provider medis, mitra kerja, organisasi profesi, dan lainnya dalam pelayanan KB di Kabupaten Lambar,” pungkas Henry. (lus/mlo)



Pos terkait