Warga Pekon Srimenanti Swadaya Bantu Pekon Renovasi Tempat Ibadah 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Berkat hasil panen yang terbilang baik tahun ini, warga di Pemangku I Srimulyo, Pekon Srimenanti, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melakukan swadaya untuk dana tambahan renovasi dan pemeliharaan tempat ibadah yang disalurkan pemerintah pekon.

Minggu (27/9) seluruh Kepala Keluarga (KK) Pemangku Sidomulyo bersama aparatur pekon yang dipimpin langsung Peratin Seh Ahmad Widodo melaksanakan gotong royong pemeliharaan masjid dengan membangun Talud Penahan Tanah (TPT) dan penggantian plafon Masjid Nurul Jannah.

Bacaan Lainnya



Kegiatan seperti itu bukanlah hal yang baru dalam kehidupan warga pekon itu, melainkan sudah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan.  

Dikatakan Seh Ahmad Widodo, berkat hasil musim kopi yang baik tahun ini, warga di pemangku itu mampu melakukan sumbangan (swadaya masyarakat) uang sebesar Rp250 ribu/KK.

Dana tersebut sebagai anggaran talangan untuk menambah dana yang sudah tersimpan yang disalurkan pemerintah pekon melalui Dana Desa 2019 sebesar Rp5 Juta. 

“Urunan warga  memang menjadi agenda rutin, hanya saja berapa besarannya itu dilihat dari kondisi hasil panen kopi. Dan alhamdulilah tahun ini berkat panen yang baik masyarakat (jamaah) masjid Nurul Iman menyepakati sumbangan Rp250 ribu/KK. Sebagai dana tambahan bantuan pekon yang disalurkan 2019 kemarin,” ungkapnya.

Dijelaskan Seh Ahmad Widodo,  bantuan yang digulirkan pekon akhir 2019 kemarin, kepada pengurus masjid, sengaja baru digunakan saat ini, hal itu karena disepakati jamaah  sembari menunggu swadaya.

“Berkat sumbangan tersebut akhirnya secara keseluruhan dana digunakan untuk mengganti plafon masjid dengan bahan PVC serta untuk pemasangan talud di sekeliling masjid,” sebutnya.

Terkait itu Seh Ahmad Widodo menyampaikan terima kasih atas peran serta warga dalam hal-hal yang sifatnya kepentingan umum, baik bidang agama, sosial, budaya, masyarakat hingga pemerintahan.

“Dengan pemeliharaan masjid ini tentunya kita harapkan akan mampu meningkatkan keimanan dalam menjalankan kewajiban ibadah,” urainya. 

Pihaknya menyebutkan budaya swadaya masyarakat seperti itu bukan hanya dilaksanakan di pemangku tersebut namun di seluruh pemangku yang disatukan dalam jamaah masjid masing-masing pemangku. Hanya saja besarannya bervariasi sesuai dengan kemampuan warga. (rin/mlo)



Pos terkait