Warga Pekon Trimulyo Sumbangkan Upah PKTD Untuk Bangun Mushola

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Camat Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat M. Agus Setiawan, S.E, M.M., melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Pemangku Talangpanjang Tiga, Pekon Trimulyo. 

Pembangunan Jembatan dengan lebar 2,5 meter dan panjang enam meter tersebut merupakan kegiatan pembangunan dengan sumber dana dari Dana Desa (DD) di Pekon Trimulyo.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dihadiri oleh warga pemangku itu juga diisi dengan doa bersama memohon keselamatan dan kelancaran jalannya pembangunan jembatan tersebut yang dipimpin oleh sesepuh pemangku setempat.

Peratin Buchori, S.P., dalam sambutannya menyampaikan, rasa syukur akhirnya harapan masyarakat membangun jembatan permanen yang dilalui tiap hari menuju kebun tersebut dapat terlaksana tahun ini setelah sebelumnya ditunda, refocusing penanggulangan Covid-19 tahun 2020 lalu.

Disampaikan Buchori, hampir satu Pemangku Talangpanjang Tiga mempunyai kebun kopi, yang melewati jembatan ini untuk menuju kebun tersebut. Jembatan yang ada adalah jembatan kayu, yang tiap tahun harus diperbaiki warga secara swadaya dan juga pekon bantu.

Karena ketika hujan lebat akan akan menimbulkan dampak dan juga ketika musim transportasi yang meningkat motor membawa kopi, berkarung-karung, bolak-balik inipun membawa dampak rusak jembatan kayu tersebut. 

Pihaknya berharap semoga dengan dibangun jembatan permanen, dengan anggaran Rp84 juta tersebut, akan dapat mendukung perkembangan Pemangku Talang Panjang III.

Buchori juga menyampaikan, bahwa konsep pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut dengan konsep padat karya tunai desa (PKTD), artinya melibatkan warga pemangku setempat sebagai pekerja dan pekon yang melaksanakan pembangunan itu.

Ada hal yang sangat membanggakan dan membuat terharu, adalah kesepakatan warga yang bekerja dalam pengerjaan jembatan tersebut, dimana uang yang warga peroleh dari pembayaran upah mengerjakan jembatan tersebut akan disumbangkan untuk membangun musholla di pemangku tempat mereka tinggal, yaitu Talang Panjang III yang belum memiliki mushola yang bagus. 

“Ini kearifan lokal, nilai gotong royong dan semangat membangun pekon yang luar biasa dari warga Trimulyo khususnya Talangpanjang III, dengan tidak mengurangi hak upah untuk tukang ahli/tenaga ahli yang tetap dibayarkan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Buchori menyampaikan rasa syukur. “Alhamdulillah, budaya gotong royong, semangat swadaya bangun desa yang banyak terkikis karena pemahaman yang salah akan dana desa, di Trimulyo dapat dihindari,” imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, dengan adanya dana desa budaya dan semangat gotong royong menyusut karena warga berpandangan sudah ada dana desa untuk membayar setiap kegiatan di pekon, jadi tidak perlu lagi gotong royong bahkan berprasangka negatif kepada pihak pekon ketika mengajak warga untuk gotong royong. Jangan-jangan ada anggarannya tapi tidak direalisasikan dengan dalih gotong royong.

Camat Agus Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusias kekmauan masyarakat Trimulyo berpartisipasi aktif bangun desa yang akan menjadi warisan bagi anak cucu mereka mendatang. 

“Semoga pembangunan jembatan ini dapat berjalan lancar, selesai di tahun ini dan ini akan menjadi amal jariah kita semua di hadapan Allah SWT dan akan menjadi kenangan atau warisan untuk kehidupan anak cucu kita,” tandas Agus. (r1n/mlo)


Pos terkait