Warga Resah, Kawanan Gajah Enggan Kembali ke Habitat

  • Whatsapp
Ilustrasi kawanan gajah liar

Medialampung.co.id – Sebanyak 12 ekor gajah liar dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terus mendekati pemukiman warga di Pekon Banding Agung Kecamatan Suoh, tak pelak kawanan gajah tersebut makin meresahkan masyarakat, sebab selain telah merusak tanaman warga juga bisa mengancam keselamatan warga.

“Warga cemas dengan masuknya kawanan gajah itu ke wilayah Pekon Banding Agung. Terpaksa warga harus meronda dan mengusir gajah-gajah itu, untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Camat Suoh Novi Andri, S.K.M, M.Kes.

Bacaan Lainnya



Ia juga terus mengimbau masyarakat, agar tetap waspada, terlebih malam hari, sehingga tidak membahayakan karena kedatangan satwa berbelalai itu tidak bisa dipastikan kapan dan dimana.

“Saya imbau warga agar berhati-hati, jika memang membahayakan warga diminta untuk manjauh terlebih dahulu, utamakan keselamatan, karena gajah merupakan binatang yang berbahaya untuk manusia,”  kata dia.

Menurutnya, kawanan gajah dengan habitat asli TNBBS tersebut melakukan pengerusakan terhadap tanaman warga setempat, sehingga membuat warga dan petugas dari TNBBS, Kepolisian dan TNI kini terus melakukan antisipasi agar kawanan gajah tidak mendekati pemukiman warga dengan menggelar ronda.

Ia menyebut, kehadiran satwa berbelalai tersebut membuat warga resah, dan berharap kawanan gajah bisa kembali ke habitatnya yakni TNBBS, sehingga warga bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Warga sudah merasa resah, dan tentunya dengan adanya kawanan gajah tersebut warga tidak bisa melakukan aktivitas seperti bertani, karena itu berbagai upaya dilakukan masyarakat dan petugas untuk menghalau gajah, dan saya sudah turun meninjau langsung sembari mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

Sebelumnya Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki mengungkapkan, pihaknya bersama-sama dengan mitra Wildlife Conservation Society (WCS), Kepolisian, TNI dan masyarakat terus melakukan upaya penghalauan, namun dengan lokasi yang berada di dalam belukar yang cukup lebat maka proses penghalauan butuh kehati-hatian.

“Kami terus melakukan upaya penghalauan, dan terus memantau aktivitas kawanan gajah, dengan harapan kawanan gajah tersebut tidak mendekati permukiman warga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. (nop/lus/mlo)



Pos terkait