Warga Sukaraja Kibarkan 75 Bendera di Puncak Bumi Perkemahan Mabarjaya 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Bagian dari rangkaian upacara peringatan HUT RI ke-75, 2020. Masyarakat Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong, Kabupaten Lampung Barat tancapkan 75 bendera merah putih di puncak Bumi Perkemahan Bukit Mabarjaya.

Kegiatan tersebut diikuti antusias warga dengan semangat nasionalisme yang tinggi, meski di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) namun tidak menyurutkan jiwa cinta tanah air warga.

Bacaan Lainnya



Pengibaran 75 bendera di Bumi Perkemahan Mabarjaya, yang juga destinasi wisata Pekon Sukaraja dengan panorama pemandangan indah diatas ketinggian tersebut dihadiri tim pendamping desa Waytenong dan Kordinator tenaga ahli P3MD Lambar.

Dimana perhelatan pengibaran yang diawali dengan upacara itu berjalan meriah, penuh kebersamaan, gotong royong dan unik upacara yang seluruh petugasnya adalah warga sipil dari berbagai kalangan dan berpakaian biasa.  

Peratin Sukaraja, Guswadi menyampaikan kegiatan itu merupakan ide masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam perayaan HUT RI di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)  yang masih mengintai.

Disebutkannya, Bukit Mabar yang merupakan tanah milik pekon Sukaraja, dalam proses pengembangan, selama ini imagenya hanya bumi perkemahan untuk kegiatan pramuka saja.

Tetapi kedepan akan menjadi destinasi wisata favorite, dan pekon akan memberikan dukungan sarana prasarana untuk kelengkapan menjadi tempat wisata keluarga, anak-anak, para remaja yang hobi kemah dan kegiatan lainnya.

“Gazebo, MCK, aula sudah ada, akses jalan sangat bagus untuk motor bakab mobil sampai di lokasi,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu pihaknya berharap sebagai penerus bangsa dalam mengisi kemerdekaan untuk terus berinovasi dan mengisi kegiatan dengan hal positif demi kemajuan pekon.

“Atas nama masyarakat Pekon Mabarjaya, saya bersyukur dengan telah dibukanya bumi perkemahan Mabar Jaya yang telah puluhan tahun tercampakkan, dan kini  sebagai tempat wisata yang diharapkan akan  mampu meningkatkan ekonomi masyarakat seperti ketika ada momen warga dapat menyajikan produk olahan untuk dijual di lokasi,” ujarnya. 

Sementara Andi Herawan selaku koordinator kecamatan menyampaikan kepada semua warga desa untuk menjaga dan meningkatkan nilai persatuan, kegotongroyongan dan  nilai sosial lainya.

Dan andi berharap, Bukit Mabar bisa menjadi ikon wisata alam.di Waytenong. 

“Pemandangan di pagi hari dan sore hari sangat indah, disertai kabut dan anginnya yang sepoi-sepoi, jadi untuk yang suka berkemah atau bersantai cocok di Bukit Mabar,” kata Andi.

Pada momentum tersebut selaku pemimpin upacara dari Taruna siaga bencana (Tagana), pengibar bendera dari aparatur pekon, paduan suara adalah ibu-ibu PKK di Pemangku Mabarjaya. 

Setelah pengibaran bendera dan pembacaan proklamasi, dilanjutkan dengan penancapan 74 bendera merah putih oleh warga perwakilan berbagai kelompok. Dari mulai anak SD umur Tujuh tahun sampai orang tua umur 68 tahun ikut terlibat.

Perwakilan perempuan, perwakilan petani, pedagang, guru ngaji, ustadz tokoh masyarakat (tokmas) ikut menancapkan bendera. Warga terlihat sangat senang dan antusias bisa berpartisipasi bahkan memegang peranan dalam acara itu. (rin/mlo)



Pos terkait