Warga Terdampak Banjir di Negara Batin Belum Terima Bantuan

Medialampung.co.id – Para petani terdampak Banjir di Kecamatan Negara Batin beberapa hari lalu, hanya bisa gigit jari, karena belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah, dan bahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pun baru turun hari ini, Selasa (11/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan hektar lahan pertanian/sawah milik para petani beserta beberapa rumah dan mushola di Desa Sari Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waykanan, terendam air akibat luapan sungai Desa setempat yang disebabkan oleh hujan yang terus menerus beberapa malam ini.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar tanaman padi milik petani yang rata-rata baru berusia 2 hingga 3 minggu itu rusak parah maupun ringan karena terendam banjir, tidak hanya itu sebagian besar tanaman lainnya seperti singkong juga rusak akibat banjir yang terjadi.

Saat dikonfirmasi, PPL Kecamatan Negara Batin, Roni, yang saat itu di dampingi perangkat Kampung Sari Jaya menyatakan ia sedang melakukan kroscek langsung lokasi korban banjir.

“Akan saya laporkan ke Pimpinan, langsung, dan kami telah melihat persawahan yang terkena banjir dan kami telah membawa sampel tanaman padi yang busuk dan sejumlah poto persawahan yang terendam banjir untuk bahan laporan kami, insyaallah ada tindak lanjutnya tetapi kami berharap petani dapat bersabar,” ujar Roni. 

Ia juga mengimbau para petani agar mengasuransikan tanaman padi milik mereka sehingga saat datang bencana seperti ini segera mendapatkan ganti rugi.

Terpisah Samsul, salah seorang petani yang sawahnya menjadi fuso karena terendam air berharap, Dinas Pertanian Holtikultura dan Peternakan Waykanan dapat segera mengambil sikap dan memberikan bantuan minimal bantuan bibit agar para petani bisa kembali menanami sawah mereka, 

“Saya mewakili masyarakat berterima kasih atas kehadiran PPL  dan kami berharap setelah dilaporkan nya ke Dinas Pertanian kabupaten Waykanan, bisa meringankan beban para petani yang terdampak banjir, sehingga kerugian para petani tidak cukup besar, ya setidaknya Dinas terkait dapat membantu kami bibit,” keluhnya.

Sementara itu Andre, tokoh pemuda setempat, menambahkan sebagai petani mereka hanya butuh perhatian yang cepat dari Pemerintah, bukan hanya bibit, tetapi mungkin bantuan lain karena selama banjir otomatis warga yang terdampak tidak bisa mencari nafkah.

“Selama banjir warga sangat butuh bantuan makanan instan, tetapi hingga hari ini belum ada yang datang, apa perlu ada korban jiwa, masak iya Bapak Bapak diatas sana tidak melihat video yang dikirim anak-anak sini, bukan hanya rumah Musholla ikut terendam, walau hanya sebatas dengkul orang dewasa tetapi itu sudah mematikan kehidupan sosial kami, termasuk anggota Dewan tidak ada yang peduli,” ujar Andre.

Kepala BPBD Waykanan Hendri Syahri, ST, MT, menyatakan, pihaknya memang belum menerima laporan dari Kecamatan, sehingga tidak melakukan apapun, padahal pihaknya baru saja menyalurkan bantuan untuk korban angin puting beliung di Kampung Kaliawi, dan Kampung Kaliawi Indah serta untuk Kampung Tegal Mukti Kecamatan Negeri Besar.

“Mana kirim videonya biar nanti saya sampaikan ke dinas terkait lain, agar dapat mengalokasikan bantuan,karena dari kabar yang kami terima banjir itu hanya melanda persawahan saja. Tidak sampai rumah penduduk,” ujar Hendri Syahri.(sah/mlo)

Pos terkait