Waspada Bencana Alam di Jalur Liwa-Krui

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id Sebagai daerah rawan bencana, saat memasuki musim hujan, masyarakat di Kabupaten Pesisir barat (Pesbar), terutama yang berada di wilayah rawan bencana harus lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala potensi bencana yang dapat terjadi setiap saat.

Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesbar, hingga kini terus memantau seluruh potensi bencana alam yang dapat terjadi di kabupaten setempat, terutama pada wilayah yang rawan terjadi bencana alam.

Bacaan Lainnya



Kepala BPBD Pesbar, Syafullah, S.Pi., mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, bencana alam akan lebih sering terjadi di Kabupaten Pesbar saat memasuki musim hujan, bahkan akan berlangsung hingga pergantian tahun.

“Pada saat pergantian musim dari musim panas ke musim hujan, bencana alam akan lebih sering terjadi di pesbar ini, itu karena curah hujan lebih tinggi dari biasanya,” kata dia.

Dijelaskannya, bencana alam yang bisa terjadi di kabupaten setempat seperti tanah longsor, pohon tumbang, banjir, angin puting beliung hingga abrasi akibat gelombang tinggi yang melanda perairan Pesbar.

“Meski tidak semua wilayah di pesbar merupakan wilayah bencana, tapi secara keseluruhan harus tetap waspada, karena bencana alam tidak mengenal waktu dan tempat,” jelasnya.

Dikatakannya, salah satu daerah yang rawan bencana alam saat memasuki musim hujan adalah jalur penghubung antara Kabupaten Pesbar dan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) karena terdapat pohon berukuran besar hingga tebing yang tinggi.

“Dijalan penghubung dua kabupaten itu, bencana alam yang bisa terjadi mulai dari taah longsor, angin puting beliung hingga pohon tumbang, karena itu masyarakat yang melintas harus lebih waspada,” terangnya.

Menurutnya, sebagai antisipasi terjadinya bencana alam, dan mempercepat proses evakuasi, pihaknya telah menempatkan petugas dari tim siaga bencana pekon (TSBP) yang merupakan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya petugas TSBP itu, jika terjadi bencana alam, proses evakuasi dan pembersihan material longsor dan tanah longsor bisa dilakukan lebih cepat, dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau baik pengendara dan masyarakat yang sering menggunakan jalur tersebut agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana alam itu.

“Sejauh ini korban bencana alam di wilayah itu sangat minim, tapi kita tetap mengimbau agar masyarakat bisa lebih hati-hati dan waspada,” pungkasnya. (yog/d1n/mlo)



Pos terkait