Waspadai Penyakit di Musim Pancaroba

  • Whatsapp
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lambar Ira Permata Sari, S.Farm.Apt.

Medialampung.co.id – Dampak peralihan musim atau pancaroba rentan timbulkan penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), influenza/flu-pilek, nyeri sendi, chikungunya, asma, gangguan pencernaan hingga tipes.

Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Lampung Barat. Sebab perubahan cuaca yang tidak menentu bisa membuat daya tubuh seseorang melemah sehingga menjadi rentan terkena penyakit. Kebanyakan penyakit yang menyerang disebabkan bakteri atau virus. 

Bacaan Lainnya

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Lambar Ira Permatasari, S. Farm, APT., mengungkapkan, terkait dengan Pancaroba pihaknya telah meminta pihak puskesmas untuk lebih intens, tidak hanya menyoal pandemi Covid-19 namun juga penyakit-penyakit yang muncul pada masa Pancaroba juga perlu diwaspadai. 

“Jadi banyak penyakit yang biasanya muncul pada saat Musim Pancaroba seperti sekarang ini, jadi itu juga perlu diwaspadai selain dari penyebaran Covid-19 yang masih terjadi saat ini,” ungkap Ira Permata Sari, mendampingi Kadiskes Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., Selasa (3/8). 

Di musim Pancaroba seperti sekarang ini, lanjut Ira, bagi masyarakat yang sakit untuk diharapkan untuk segera memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat. Masyarakat tidak perlu takut, karena gejala Covid-19 dengan sakit karena dampak Pancaroba itu berbeda. 

“Jadi kan banyak masyarakat enggan berobat di puskesmas karena takut di-covid-kan, perlu diketahui gejala Covid-19 dengan flu biasa itu berbeda, walaupun yang flu di rapid antigen tidak mesti hasilnya positif Covid-19 karena alat rapid antigen bisa membedakan mana virus Covid-19 mana yang virus flu biasa, jadi walaupun sakit segera berobat agar tidak bertambah parah, karena bisa jadi hanya flu biasa tetapi karena tidak berobat itu bertambah parah,” ujar Ira. 

Lebih lanjut Ira mengungkapkan, penyakit yang rentan terjadi pada Pancaroba diantaranya infeksi saluran pernafasan, gejala infeksi saluran pernapasan adalah batuk berdahak, hidung tersumbat, flu dan bersin, pusing, serta nyeri otot. Terkadang infeksi ini juga disertai demam.

“Infeksi ini bisa dicegah dengan menjaga imunitas tubuh. Cara menjaga imunitas tubuh adalah dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, hindari stress, dan rajin mencuci tangan,” urainya. 

Selanjutnya, influenza, gejala yang dialami biasanya hidung tersumbat, batuk kering, dan mudah lelah. Influenza bisa dicegah dengan makan-makanan yang bergizi dan cukup. Pada orang yang sedang menjalankan diet juga biasanya rentan terkena influenza ketika musim pancaroba karena kurangnya asupan nutrisi sehingga tubuh menjadi rentan terserang penyakit.

“Pancaroba juga rentan munculnya DBD yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang menggigit orang yang sakit akan membawa virus, lalu menularkannya ke orang lain saat menggigit orang yang sehat.

“Untuk mencegah DBD, pemerintah telah mengeluarkan Program 3M Plus. Program yang pertama adalah menguras bak mandi, tempayan, dan ember. Kedua, mendaur ulang barang-barang bekas. Ketiga, memantau wadah yang mungkin terjadi genangan air yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” bebernya. 

Kemudian penyakit Tipes atau demam typhoid merupakan salah satu penyakit musim pancaroba. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan yang disebabkan bakteri Salmonella typhosa. Bakteri ini berkembang biak dengan cepat pada air yang kotor, karena pada musim pancaroba sering terjadi hujan. (nop/mlo)


Pos terkait