Wiyadi Janji Turun Langsung Tinjau Aktivitas Penambangan di Bukit Campang Raya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Informasi penambangan di Bukit Campang Raya Kecamatan Sukabumi yang diduga tidak berizin mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi.

Wiyadi mengatakan, akan berkoordinasi dengan Komisi III untuk turun langsung meninjau aktivitas penambangan di Bukit Campang Raya.

Bacaan Lainnya

“Kita koordinasikan dengan Komisi III agar ini tidak berlarut-larut yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan dan meresahkan warga sekitar,” tuturnya, Jumat (5/1).

Pihaknya akan melakukan pengecekan dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandarlampung.

“Memang betul penambangan bukit itu selama ini izinnya ada pada Provinsi apakah penambangan bukit itu sesuai tidak dengan RTRW peruntukannya,” ungkapnya.

Wiyadi mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekda Kota Badri Tamam agar pihak Pemkot Bandarlampung mau tegas untuk menghentikan kegiatan galian C yang tidak berizin dan jelas sudah merusak ekosistem serta membahayakan penduduk di bawah kaki bukit.

“Pak sekda sudah saya berita tahu juga adanya penambangan liar dan ia akan berkoordinasi dengan Provinsi untuk menutup galian C Bukit Campang Raya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Eksekutif Daerah Lampung sudah melaporkan dugaan aktivitas tambang batuan yang tidak berizin di Bukit Campang Raya ke Polda Lampung, LBH Kota Bandarlampung pun yang sudah tegas meminta kepada Pemprov dan Pemkot Bandarlampung untuk menutupnya.

“Kami melaporkan aktivitas pertambangan yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis banjir dan longsor serta telah mengubah bentang alam di sekitar Jalan Alimuddin Umar kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi ke aparat terkait pada tanggal 25 Januari 2020,” tutur Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri.

“Harapan kami Pemerintah dan aparat penegak hukum dapat segera melakukan penyelidikan mulai dari status perizinan sampai dengan dampak-dampak yang ditimbulkan dengan kegiatan penambangan yang selama ini berlangsung. Banyak warga sekitar yang mengeluh jika musim hujan membuat jalan becek dan berdebu saat musim kemarau, ditambah jalan utama Campang Raya banyak berlubang akibat aktivitasnya mobil-mobil pengangkut batu dari Bukit Campang Raya,” tutupnya.(*/mlo)




Pos terkait