Wow.. Sudah 32 Warga Positif DBD

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Jumlah warga Lampung Barat yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga kemarin, Jumat (10/5) tercatat sebanyak 32 orang.

”Dari jumlah itu, 12 orang diantaranya merupakan warga Kecamatan Balikbukit,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Suhendrawati, S.K.M, M.P., mendampingi Kepala Dinkes Paijo, S.K.M, M.Kes., kemarin.

Bacaan Lainnya



Menurut dia, dari 32 orang yang terkena DBD itu, dua orang murni terserang di Kabupaten Lambar dan 30 orang terjangkit dari luar daerah atau impor.

”Rata-rata warga yang terkena DBD itu infor dari luar. Kejadian ini di luar dugaan kami, karena jika mengacu siklusnya terjadi lima tahun sekali yaitu diperkirakan di akhir tahun 2019 namun ini awal tahun sudah ada warga yang terkena,” ucapnya.

Suhendrawati mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lambar untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan menerapkan pola 3M plus, yakni mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air dan menutup tempat penampungan air sedang kan plus nya adalah hindari gigitan nyamuk, tidur pakai kelambu, dan memakai obat nyamuk.

Fogging atau pemberantasan nyamuk dengan metode pengasapan yang kita lakukan hanya membunuh nyamuk dewasa saja, sehingga jentik tidak musnah. Untuk itu, diperlukan upaya untuk membasmi jentik salah satunya dengan menerapkan 3M Plus serta menaburkan serbuk abate, bagi masyarakat yang ingin serbuk abate kita siapkan gratis,” akunya

Hera juga mengaku bahwa pihaknya bersama puskesmas telah  melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan DBD kepada masyarakat. Apalagi kondisi cuaca disebutnya jadi salah satu faktor pemicu terus bertambahnya penemuan kasus DBD.

”Ada beberapa hal yang perlu diketahui, diantaranya apabila ada yang mengalami demam segera periksakan ke puskesmas terdekat, sebab ciri-ciri DBD diawali dengan demam dengan suhu badan yang panas. Kemudian sewaktu-waktu suhu panas turun, kebanyakan mereka berasumsi bahwa saat panasnya turun berarti sudah sembuh, itu salah, justru saat suhu badan turun itu adalah masa kritis, sehingga kami minta segera bawa ke puskesmas terdekat,” ajaknya.

Sekadar diketahui, tahun 2018 jumlah warga Lambar terkena DBD sebanyak 18 orang, rata-rata merupakan kasus impor. Dan warga terjangkit DBD itu paling banyak berasal dari Kecamatan Gedungsurian dan Sumberjaya. (lus/ris)



Pos terkait