Wujudkan Kecamatan ODF, Lima Pekon Diverifikasi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Barat (Lambar) bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Kebuntebu, melaksanakan verifikasi persiapan pekon (Desa) Stop Buang Air Besar Sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) Lima pekon di Kecamatan Kebuntebu, Selasa (3/3).

Sebagaimana target Bupati Parosil Lampung Barat 2021 semua pekon dar kelurahan di Bumi Beguai Jejama Sai Betik tersebut telah ODF, dan terwujudnya Kabupaten ODF.

Bacaan Lainnya



Maka saat ini pemkab Lambar melalui bidang terkait yakni Diskes dan Puskesmas melakukan berbagai upaya. Sepertihalnya di Kecamatan Kebuntebu, dari Sepuluh pekon tinggal lima pekon lagi yang belum dinyatakan ODF seperti Pekon Sinarluas, Muarajaya I, Ciptamulya, Purajaya dan Muarajaya II.

Tapi, saat ini ke lima pekon tersebut mulai diberikan Verifikasi Pekon ODF oleh kabupaten bersama petugas babinsa Koramil 422-06 Sumberjaya,  seiring upaya yang telah dilakukan.

“Verfikasi ini, yakni pihak kebupaten melakukan pengecekan langsung dilapangan sebatas apa upaya dan perkembangan yang telah dilakukan dilima pekon tersebut dalam upaya meraih Pekon ODF,” ungkap Koordinator. Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM),  Saski Mareta, S.Kep., mendampingi Kepala UPT Puskemas Hendri Sapurta, S.Kep.

Lanjutnya setelah dinyatakan pekon ODF oleh tim kabupaten maka proses berikutnya dilakukannya verifikasi kembali oleh tim dari Diskes Provinsi Lampung.

“Nanti setelah dilakukan verifikasi oleh Diskes Provinsi maka disana akan menemukan hasil apakan Lima pekon tersebut sudah layak apa belum menyandan status pekon ODF,” jelasnya.

Dan atas tahapan teresebut tentunya harapan pihak puskemas mapun pekon, pada verifikas ini akan lolos. Dan menjadikan Kecamatan Kebuntebu sebagai Kecamatan ODF, dalam rangka mendukung target Bupati menjadikan Kabupaten Lambar sebagai Kabupaten ODF.

“Upaya yang sudah kami lakukan menuju pekon dan kecamatan ODF ini seperti sosialisasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) pemicuan kesehatan jamban, serta peran serta pemerintahan masing-masing pekon yang sangat tinggi diantaranya dengan menyisihkan Anggaran Dana Desa (ADD) tentang program jambanisasi,” ujarnya.

Terpisah, Hendri Saputra menambahkan Lima pekon memang sejak 2017 sudah berstatus ODF, maka dari itu lima pekon lainnya ditargetkan juga 2020 ini masuk pekon ODF, dan terwujudnya Kecamatan Kebuntebu ODF.(ius/hrs/mlo)



Pos terkait