YPI Rumah Qur’an Gelar Manasik Haji Cilik

  • Whatsapp
Andai Aku Berhaji : Pose bersama Kepala Sekolah, guru dan peserta manasik haji Yayasan Pendidikan Islam Rumah Qur'an dipenghujung kegiatan manasik haji.

Medialampung.co.id – Prosesi Manasik Haji tidak hanya dilakukan umat Islam berusia dewasa. Namun pada bulan Haji murid-murid PAUD juga mulai menjalankan latihan (manasik) ibadah haji. Seperti yang dilakukan siswa/i Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Rumah Qur’an mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD), Rabu (11/9) yang dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahim komplek Pemda Lambar.

Pelaksanaan manasik haji cilik yang digelar Yayasan Pendidikan Islam Rumah Qur’an tersebut berlangsung meriah, namun tetap mengikuti aturan dan rukun haji. Tingkah polah anak-anak yang lucu membuat suasana manasik haji menjadi lebih semarak.

Bacaan Lainnya



Kepala PAUD Islam Rumah Qur’an Anis, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan manasik haji tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan konsep dan praktek ibadah haji sejak Dini. “Kegiatan tersebut sebagai upaya menumbuhkan keinginan melakukan ibadah haji sejak dini.  Selain untuk melatih kekuatan fisik juga untuk memperkenalkan aturan dalam beribadah haji,” tuturnya

Terusnya, sebagaimana layaknya menjalankan ibadah haji, semua peserta mengenakan ihram serba putih seperti yang digunakan para jamaah calon haji. Menggunakan name tag, menggunakan syall juga menyiapkan kurma dan air zam-zam selayaknya berhaji sesungguhnya. Prosesi manasik haji diawali pelepasan jamaah, dilanjutkan prosesi wukuf di Padang Arafah. Setelah itu, melaksanakan tawaf atau keliling Ka’bah sebanyak tujuh kali.

Kemudian sa’i atau berlari kecil antara bukit Shofa dan Marwa. Rangkaian haji selanjutnya melontar jumrah dimulai dari Ula, Wustho, dan Aqabah. Prosesi manasik haji cilik tersebut diakhiri dengan tahalul (potong rambut), minum air Zamzam dan embarkasi penjemputan jamaah haji

Lanjut Anis, manfaat manasik haji untuk anak usia dini merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman yang menarik dan dikemas sesuai dengan usianya, sehingga diharapkan dapat memberikan kesan yang positif bagi tumbuh kembang anak tersebut.

“Anak usia dini akan mengetahui makna dari setiap rukun haji, sehingga dapat mewarnai kesehariannya. Selain itu salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya dalam bentuk ajaran atau teori tapi juga harus dipraktekkan. Manasik haji anak merupakan praktek yang mendukung ajaran agama di sekolah.”tutup Anis.(jen/mlo)



Pos terkait