Yulizar Tinjau Pelaksaan UAMBN-BK Tingkat MA

  • Whatsapp

Medialampung.co.idKepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Hi.Yulizar Andri, S.T, M.Ag., Senin (9/3) meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) tahun pelajaran 2019/2020 di MAN 1 Pesbar, didampingi Kasi Pendidikan Islam, Drs.Nur Sa’ad, M.M., kepala MAN 1 Pesbar M.Toipi, S.Ag, M.Pd.I., serta sejumlah dewan guru setempat.

Dalam kesempatan itu, Yulizar mengatakan peninjauan itu untuk memastikan pelaksanaan UAMBN-BK tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Pesbar berjalan kondusif, lancar dan tidak terkendala, sebab pelaksanaan UAMBN-BK itu merupakan salah satu dasar dalam penentuan kelulusan siswa.

Bacaan Lainnya



“Sehingga semua persiapan dari MA harus benar-benar maksimal. Dari haisl peninjauan seperti di MAN 1 Pesbar ini pelaksanaannya tidak terkendala,” katanya.

Ditambahkannya, baik pada jaringan internet dan listrik PLN semuanya aman dan tidak ada gangguan. Dirinya berharap kondisi itu akan berlangsung hingga pelaksaan UAMBN-BK selesai pada Rabu (11/3) besok, begitu juga dengan MA di wilayah lainnya sejauh ini belum ada kendala.

Meski begitu pihaknya berharap kepada seluruh kepala MA dan juga dewan gurunya untuk terus berkoiordinasi dengan Kemenag Pesbar jika dalam pelaksanaan UAMBN-BK tersebut terjadi kendala.

“Ini merupakan hajat Nasional, sehingga harus benar-benar dimaksimalkan, tentu kita juga berharap nilai siswa dapat lebih baik lagi dalam pelaksanaan UAMBN-BK ini,” ujarnya.

Mengingat, kata Yulizar, meski kabupaten Pesbar masuk dalam kabupaten 3T (terluar, tertinggal, terdepan), tapi sudah ada siswa Madrasah yang telah mengikuti kompetisi Sains ditingkat Nasional dengan prestasi yang cukup membanggakan. Artinya, di Kabupaten Pesbar banyak potensi siswa yang berprestasi khususnya yang ada di tingkat Madrasah.

“Untuk itu kita berharap dalam pelaksanaan UAMBN-BK ini bisa diikuti secara serius oleh para siswa, sehingga mampu menghasilkan prestasi yang diharapkan,” jelasnya.

Sementara, kata dia, dalam pelaksanaan UAMBN-BK tingkat MA di Kabupaten Pesbar ini dari 399 peserta di tujuh MA hanya ada satu siswa yang tidak mengikuti UAMBN-BK dikarenakan memang telah mengundurkan diri dari sekolah yakni dari MA Nurul Wathon dna itu sudah keluar dari sekolah.

“Sehingga dalam pelaksanaan ujian diikuti sebanyak 398 siswa MA, kita tentu berharap seluruh siswa tersebut bisa sampai selesai mengikuti UAMBN-BK,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo) 



Pos terkait