Zona Merah, Nunik Imbau Masyarakat Harus Lebih Hati-hati

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim saat konfrensi pers, Rabu (29/4). foto dedi/mlo

Medialampung.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim, M.Si., M.Kn., Ph.D., imbau warga tetap di rumah dan tidak berkerumun. Itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Lampung.

Nunik juga menjelaskan jumlah pasien positif Covid-19 di Lampung bertambah menjadi 46 orang.

Bacaan Lainnya



“Data per hari ini untuk orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah, total 3.275. Rinciannya, 587 orang dalam pemantauan, 2.687 ODP sudah selesai dipantau selama 14 hari dan satu orang diantaranya meninggal,” jelas Nunik saat konferensi pers di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Rabu (29/4).

Pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami penambahan satu orang, menjadi 73 orang. Rinciannya, masih dalam proses perawatan 19 orang. 41 orang hasil swab negatif dan dinyatakan sembuh dan 13 orang meninggal dalam status PDP.

“46 positif, yang masih dirawat dan di isolasi sebanyak 30 orang dan untuk orang yang dinyatakan sembuh saat ini 11 orang negatif dan telah pulang, serta 5 orang meninggal,” katanya.

Nunik juga mengatakan bahwa gugus tugas Pemprov Lampung dan Pemkot Bandarlampung sudah melakukan rapat terkait penanganan Covid-19.   

“Sudah dilakukan rapat bersama gugus kota dan untuk pemberian zona merah diberikan oleh pemerintah pusat hal ini Kemenkes RI melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id. Penetapan itu dibuat untuk pandemi Covid-19, dan yang menetapkan itu pemerintah pusat. Jadi jangan jadi polemik statement, karena penentuan zona merah itu murni dari Kementerian Kesehatan RI,” tegasnya.

Nunik juga menambahkan  hari ini Bandarlampung ditetapkan zona merah, maka harus lebih hati-hati.

“Sampai detik ini transmisi lokal belum terjadi. Yang ada adalah positif terjadinya dari luar daerah. Transmisi lokalnya hingga saat ini belum ada. Maka kita harapkan bagi warga yang belum disiplin, agar lebih ikut imbauan pemerintah,” tegasnya. (ded/mlo)



Pos terkait