Zulkifli Anwar Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Pesawaran

  • Whatsapp
Anggota DPR-MPR RI Zulkifli Anwar saat sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula Kantor Kecamatan Way Lima - Foto Rozi/mlo

Medialampung.co.id – Anggota DPR-MPR RI, H. Zulkifli Anwar memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Way Lima, Pesawaran, Rabu (16/9). 

Hal ini dilakukan sebagai upaya agar masyarakat tidak melupakan Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Dimana sosialisasi 4 pilar kebangsaan dipusatkan di Aula Kantor Camat Way Lima tersebut dihadiri Uspika Kecamatan Way Lima, 16 kepala desa dan aparatur pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, tokoh adat  di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya



“Saya datang kesini ada tugas negara, dan memang diwajibkan di Dapil satu  yakni tugas dari MPR RI untuk mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Zulkifli Anwar.

Dikatakan, selain menjalankan tugas sebagai anggota DPR MPR RI untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, kedatangan anggota DPR MPR RI 3 periode ini juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Way Lima.

“Tugas kami untuk mengingatkan warga agar jangan sampai melupakan pancasila. Sosialisasi 4 pilar ini hukumnya wajib, dan ini adalah perintah negara. Saya datang ke sini tidak ada unsur politik. Nah, kalau berbicara konteks pilkada, saya ingatkan agar kita  jangan terpecah belah. Kedatangan saya disini karena murni mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan,” tegasnya.

Selain Pancasila, pilar kedua yang disosialisasikan yakni UUD 1945 yang merupakan  cikal bakal UUD RI, kemudian NKRI.

“Kita harus bersatu untuk menjaga NKRI mulai dari keluarga, tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Jangan sampai kita terpecah belah satu dengan yang lain,” ujarnya.

Kemudian Bhinneka Tunggal Ika, artinya berbeda boleh tetapi harus tetap satu. Satunya harus dipelihara jangan sampai terjadi perpecahan.

“Kita harus pahami dahulu apa makna persatuan, jangan sekali kali saling menghianati,” pungkasnya.

Sementara Camat Way Lima Syukur mengatakan kondisi pemerintahan di Kecamatan Way Lima terdiri dari 16 desa dengan luas sekitar 99,3 kilometer. Dimana secara geografis, Way Lima merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi bencana banjir.

Namun saat ini, potensi banjir sudah dapat diminimalisir dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur seperti pembangunan retaining wall, talud, Bronjong dan lainnya

“Kecamatan Way Lima ini potensi dibidang pertanian dan perkebunan. Dan termasuk salah satu lumbung pangan di Pesawaran,” singkatnya.(ozi/mlo)



Pos terkait