- RAM LPDDR5X 32GB
- SSD PCIe Gen 5 1TB
- Baterai 74Wh yang juga dapat diganti
Menariknya, RAM, SSD, hingga baterai masih dapat di-upgrade secara mandiri.
Pengujian dilakukan menggunakan sistem operasi Ubuntu Linux yang berjalan stabil. Berbagai aplikasi populer seperti Firefox, GIMP, Blender, hingga Steam mampu berjalan dengan lancar.
Bagi pengguna yang ingin beralih dari Windows, kombinasi perangkat keras Framework dan Linux menawarkan pengalaman yang bersih tanpa bloatware maupun fitur AI yang dianggap tidak diperlukan.
Masih Memiliki Beberapa Kekurangan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Framework 13 Pro masih memiliki beberapa catatan.
Menurut MKBHD, kualitas speaker bawaan masih belum mampu menandingi MacBook Pro, terutama pada reproduksi bass.
Selain itu, webcam 1080p menghasilkan gambar yang masih terlihat sedikit buram dan memiliki noise ketika digunakan pada kondisi pencahayaan minim.
Beberapa kekurangan lainnya meliputi:
- Engsel layar masih sedikit bergoyang saat dibuka.
- Struktur bodi belum sepenuhnya menggunakan desain unibody sehingga bagian bawah sedikit fleksibel ketika ditekan.
Meski demikian, kekurangan tersebut masih dianggap wajar mengingat Framework mengutamakan kemudahan perbaikan dibanding desain tertutup permanen.
Harga Framework 13 Pro
Framework 13 Pro dipasarkan mulai US$1.600 untuk konfigurasi standar, sedangkan varian tertinggi dibanderol hingga sekitar US$2.900.
Harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya komponen memori di pasar global.
Meski tergolong mahal, konsep modular membuat biaya kepemilikan jangka panjang menjadi lebih efisien. Pengguna cukup mengganti komponen yang rusak atau ingin ditingkatkan tanpa harus membeli laptop baru.
Framework juga menjamin kompatibilitas motherboard generasi terbaru dengan sasis laptop yang dirilis hingga lima tahun sebelumnya. Komitmen tersebut menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada produsen laptop lain.