Pada 1977, misalnya, Mazda memperkenalkan keluarga E1300, E1600, dan E2200 yang dikenal sebagai Bongo Wide-Low di Jepang.
Setahun kemudian, varian van E1300, E1400, E1600, dan E2200 diperkenalkan sebagai Bongo Multi Van.
Pengembangan tersebut memperlihatkan bagaimana Bongo tidak hanya diposisikan sebagai minivan, tetapi juga kendaraan kerja dengan beragam kebutuhan.
Model Bongo tersedia dalam bentuk van, wagon, dan truk. Konfigurasi tersebut membuatnya dapat digunakan oleh pelaku usaha, perusahaan distribusi, maupun keluarga yang membutuhkan kendaraan berkapasitas besar.
Salah satu periode penting dalam sejarah Mazda Bongo terjadi pada awal 1980-an.
Mazda memperkenalkan generasi ketiga Bongo pada 1983 dalam berbagai bentuk bodi.
Untuk versi wagon, Mazda menawarkan mesin bensin 1,8 liter dan diesel 2,0 liter dengan kapasitas hingga sembilan penumpang.
Beberapa varian juga menggunakan atap tinggi serta konfigurasi kursi yang dapat dilipat rata.
Sementara versi van generasi tersebut tersedia dengan mesin bensin 1,4 liter dan diesel 2,0 liter. Kapasitas tempat duduknya dapat disesuaikan menjadi tiga atau enam orang, tergantung konfigurasi.
Konsep tersebut semakin memperkuat karakter Bongo sebagai kendaraan multifungsi.
Satu kendaraan dapat digunakan untuk membawa barang pada satu kesempatan dan mengangkut penumpang pada kesempatan lainnya.
Pada era yang sama, Mazda mengembangkan Bongo Brawny sebagai versi yang memiliki dimensi dan kemampuan angkut lebih besar.