Bongo Brawny wagon diperkenalkan pada 1983 dengan pilihan mesin bensin 1,8 dan 2,0 liter serta mesin diesel 2,0 dan 2,2 liter. Kendaraan tersebut mampu membawa sembilan hingga sepuluh penumpang.
Setahun kemudian, Mazda memperkenalkan Bongo Brawny truck dengan kemampuan muatan antara 1.000 hingga 1.500 kilogram.
Varian tersebut menggunakan pilihan mesin bensin 1,8 dan 2,0 liter serta mesin diesel 2,2 liter.
Kehadiran Bongo Brawny menunjukkan upaya Mazda menjangkau pengguna komersial yang membutuhkan kapasitas lebih besar dibandingkan Bongo standar.
Popularitas keluarga Bongo terlihat dari pencapaian produksinya.
Pada 1986, Mazda mencatat produksi kumulatif seri Bongo atau E-Series telah mencapai satu juta unit.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting karena menunjukkan kuatnya posisi Bongo di pasar kendaraan komersial Jepang.
Keberhasilan itu tidak terlepas dari karakter Bongo yang menawarkan kombinasi kapasitas angkut, kepraktisan, dan kemampuan bermanuver di lingkungan perkotaan.
Bongo pun berkembang menjadi kendaraan yang tidak hanya digunakan untuk aktivitas komersial, tetapi juga berbagai kebutuhan keluarga dan rekreasi.
Perkembangan berikutnya terjadi pada dekade 1990-an ketika Mazda memperkenalkan Bongo Friendee sebagai salah satu turunan penting keluarga Bongo.
Bongo Friendee mengusung konsep kendaraan keluarga serbaguna dengan interior luas dan konfigurasi kursi fleksibel.