BANDAR LAMPUNG – Pagu anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung pada 2027 direncanakan sebesar Rp 247 miliar.
Jumlah tersebut turun sekitar 45,8 persen atau Rp 209 miliar dibandingkan anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp 456 miliar.
Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengatakan penurunan tersebut membuat alokasi anggaran instansinya pada 2027 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pagu anggaran pada 2027 turun menjadi sekitar Rp 247 miliar,” kata Dedi, Senin 19 Oktober 2026..
Di tengah penurunan pagu anggaran, realisasi keuangan sejumlah program Dinas PU Bandar Lampung menunjukkan capaian yang beragam.
Program pengembangan jasa konstruksi mencatat realisasi tertinggi, yakni 94 persen, disusul pengadaan gedung fisik sebesar 86,7 persen.
Sementara itu, realisasi program penyediaan air minum mencapai 52,8 persen dan sistem drainase sebesar 45 persen.
Adapun pengembangan perumahan tercatat 39,20 persen, sedangkan pengelolaan sumber daya air mencapai 35 persen.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandar Lampung, Zaky Irawan, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan anggaran Dinas PU adalah tidak berlanjutnya alokasi dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 99 miliar yang tersedia pada 2026.
“Kalau di 2026 ada dana dari SMI yang masuk, yaitu Rp 99 miliar. Tapi di anggaran 2027 ini tidak dimasukkan lagi, jadi nilainya kecil,” kata Zaky.
Meski alokasi dana tersebut tidak berlanjut dalam anggaran 2027, Pemerintah Kota Bandar Lampung masih merencanakan penggunaan dana SMI sebesar Rp 65 miliar untuk pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo.
Menurut Zaky, dana tersebut semula direncanakan untuk digunakan pada 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda hingga Januari 2027.