LAMPUNG BARAT – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DDPPKBP3A) Kabupaten Lampung Barat memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memberikan edukasi kepada peserta didik baru di sejumlah sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Forum Anak dan Generasi Berencana (Genre) dengan menyampaikan materi mengenai pencegahan bullying, pernikahan dini, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
Sosialisasi digelar secara bertahap selama pelaksanaan MPLS. Pada Senin (13/7), kegiatan berlangsung di SMAN 1 Bandar Negeri Suoh dan SMK Bakti Mulya. Selanjutnya pada Selasa dilaksanakan di SMPN 1 Gedung Surian.
Kemudian pada Rabu, tim melanjutkan sosialisasi ke SMK Batuketulis, SMPN 1 Liwa, SMP Sekuting Terpadu, dan SMPN 1 Sukau. Sementara pada Kamis (16/7), kegiatan dijadwalkan berlangsung di SMKN 1 Liwa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DDPPKBP3A Kabupaten Lampung Barat, Budi Kurniawan, S.I.P., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial yang semakin mengkhawatirkan.
"Melalui kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada para siswa baru mengenai bahaya bullying, pernikahan dini, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, judi online, serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya. Edukasi sejak dini sangat penting agar mereka memahami dampak dari setiap perilaku tersebut dan mampu menghindarinya," ujarnya.
Menurut Budi, pencegahan bullying harus menjadi perhatian seluruh pihak, baik dalam proses pembelajaran maupun selama pelaksanaan MPLS. Ia menegaskan lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah anak sehingga peserta didik dapat belajar tanpa rasa takut.
Selain itu, pihaknya juga terus mengingatkan para pelajar mengenai risiko pernikahan dini. Menurutnya, pernikahan pada usia anak tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi, tetapi juga berpotensi menghambat pendidikan, perkembangan psikologis, hingga masa depan generasi muda.
"Dengan melibatkan Forum Anak dan Genre, kami berharap pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah diterima karena disampaikan oleh teman sebaya. Harapannya, para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam mencegah bullying, pernikahan dini, kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif lainnya," pungkasnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, DDPPKBP3A Lampung Barat berharap para peserta didik baru memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai perilaku negatif sejak dini.