TEKNOLOGI – Perdebatan mengenai Wi-Fi dan jaringan 5G kembali menarik perhatian setelah tim Jagat Review melakukan pengujian komparasi terhadap kedua teknologi tersebut.
Pengujian ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa Wi-Fi dan 5G merupakan internet itu sendiri. Keduanya sebenarnya berfungsi sebagai jalur koneksi tahap akhir atau last mile yang menghubungkan perangkat pengguna dengan jaringan internet.
Melalui pengujian kecepatan, latensi game, transfer file, hingga perhitungan biaya bulanan, terlihat bahwa Wi-Fi fiber optik dan 5G memiliki keunggulan masing-masing.
Wi-Fi dan 5G Sama-Sama Jalur Last Mile
Saat pengguna membuka situs, menonton video, atau mengunduh file, data tidak langsung berpindah dari server ke smartphone.
Data melewati berbagai jaringan sebelum akhirnya mencapai perangkat pengguna. Pada tahap terakhir inilah Wi-Fi dan jaringan seluler seperti 5G berperan sebagai penghubung.
Karena itu, kecepatan internet tidak hanya ditentukan oleh kualitas sinyal Wi-Fi atau 5G. Kondisi server tujuan, jalur jaringan utama, kepadatan pengguna, hingga jarak menuju server juga dapat memengaruhi performa koneksi.
Dengan kata lain, mengganti Wi-Fi dengan 5G tidak otomatis membuat internet lebih cepat jika masalah sebenarnya berada pada jalur jaringan atau server tujuan.
Pengujian Dilakukan di Pinggiran Depok
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis, Jagat Review melakukan pengujian di kawasan permukiman padat di pinggiran Depok.
Lokasi tersebut dipilih karena dianggap lebih mendekati kondisi penggunaan internet masyarakat sehari-hari dibandingkan kawasan pusat perkantoran dengan infrastruktur jaringan yang sangat baik.
Perangkat yang digunakan adalah Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Pada pengujian jaringan seluler digunakan paket XL Ultra 5G Plus. Sementara koneksi kabel menggunakan layanan fiber optik berkecepatan 350 Mbps yang disalurkan melalui Wi-Fi 7.
Kecepatan 5G Tembus 372 Mbps
Hasil pengujian Ookla Speedtest menunjukkan performa 5G yang cukup mengesankan.