Router Wi-Fi dapat menyala selama 24 jam dan menghubungkan berbagai perangkat seperti CCTV, Smart TV, printer, hingga perangkat Internet of Things (IoT).
Kondisinya berbeda dengan koneksi 5G yang hanya mengikuti perangkat smartphone.
Ketika smartphone dibawa keluar rumah, perangkat rumah yang sebelumnya menggunakan koneksi dari smartphone juga dapat kehilangan akses internet.
Memang tersedia solusi berupa router 5G. Namun pengguna perlu membeli perangkat tambahan dan tetap memperhitungkan kebutuhan kuota internet.
Wi-Fi Fiber atau 5G, Mana yang Lebih Cocok?
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Wi-Fi fiber optik dan 5G sebenarnya tidak harus diposisikan sebagai teknologi yang saling menggantikan.
Keduanya memiliki fungsi dan keunggulan berbeda.
Untuk anak kos, penghuni apartemen, atau pengguna yang tinggal sendiri dengan kebutuhan data relatif ringan, 5G menawarkan fleksibilitas tinggi. Pengguna tidak perlu memasang kabel fiber dan dapat membawa koneksi ke berbagai tempat.
Sebaliknya, Wi-Fi fiber optik lebih cocok untuk rumah dengan banyak penghuni dan perangkat yang membutuhkan koneksi secara terus-menerus.
Keunggulannya semakin terasa untuk gaming, aktivitas upload berkas besar, streaming, serta penggunaan perangkat smart home.
Pada akhirnya, pilihan terbaik bukan sekadar melihat angka kecepatan. Kebutuhan data, jumlah perangkat, aktivitas internet, stabilitas koneksi, cakupan 5G, dan biaya bulanan harus menjadi pertimbangan utama.
5G dapat menjadi koneksi utama bagi pengguna dengan kebutuhan sederhana dan mobilitas tinggi. Sementara Wi-Fi fiber tetap menjadi fondasi yang lebih kuat untuk kebutuhan internet rumah tangga yang intensif.