GADGET – Industri ponsel pintar berkembang sangat cepat. HP keluaran beberapa tahun lalu biasanya sudah tertinggal jauh dan dilupakan pengguna.
Namun, menarik melihat bagaimana nasib smartphone kelas menengah legendaris seperti POCO X3 NFC di tahun 2026. Ponsel yang rilis perdana pada tahun 2020 ini dulunya menjadi fenomena "gaib" karena menawarkan spesifikasi merusak harga pasar.
Setelah tersimpan cukup lama di dalam lemari, HP ini rupanya masih bisa dinyalakan dengan normal. Kondisi fisiknya tetap kokoh tanpa masalah baterai menggelembung.
Pengujian pun dilakukan untuk melihat sejauh mana ketahanan ponsel midrange berumur 6 tahun ini di era serba kencang.
Spesifikasi Jadul yang Ternyata Masih Bertenaga
Kembali ke lembar spesifikasi dasar, ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 732G. Pada masanya, chipset ini disandingkan dengan RAM hingga 8 GB dan memori internal 128 GB.
Kapasitas penyimpanan 128 GB tentu terasa sangat mepet untuk standar aplikasi tahun 2026. Namun, ketersediaan slot microSD hybrid hingga 1 TB menjadi penyelamat utama yang sangat langka di HP masa kini.
Secara performa sintetis, pengujian skor AnTuTu v11 pada ponsel ini mampu menembus angka sekitar 489 ribuan. Angka tersebut ternyata masih setara dengan kemampuan chipset populer kelas entry-to-midrange zaman sekarang seperti MediaTek Helio G99.
Artinya, secara potensi kasar, dapur pacunya tidak benar-benar ketinggalan zaman jika digunakan untuk tugas dasar.
Performa Gaming & Navigasi Harian
Saat diuji menjalankan game populer seperti Mobile Legends: Bang Bang, opsi refresh rate Ultra masih bisa terbuka. Walaupun terasa sedikit jeda di layar menu utama, proses permainan brawl tetap dapat berjalan dengan lancar.
Poin kejutan berlanjut saat menguji game super berat Genshin Impact. Ponsel ini masih sanggup menjalankan pergerakan karakter meskipun angka frame rate (FPS) fluktuatif dan bodi mulai terasa hangat.
Suhu di area layar sempat menyentuh 45 derajat Celsius saat terhubung ke jaringan Wi-Fi. Untungnya, bodi ponsel yang tebal mampu menahan hantaran panas ke panel belakang sehingga tetap hangat di kisaran 41 derajat.
Untuk pemakaian multitasking harian, rasa lambat dan delay pada respons keyboard sesekali memang terasa. Namun untuk ukuran smartphone berumur 6 tahun, performanya terbilang masih mengejutkan.