Apakah POCO X3 NFC Masih Layak Dipakai Tahun 2026?

Menolak Pensiun! Menguji Ketahanan POCO X3 NFC di Tahun 2026, Masih Sanggup Ngangkat?
gambar-user/R7Evkfp2NT19GsKJWnQmQ7oszupwRFyY6wKB7Pfb.webp
Budi Setiawan - Jumat, 04 Sep 2026 - 02:26 WIB
POCO X3 NFC, smartphone kelas menengah legendaris yang membuktikan daya tahannya hingga tahun 2026.
POCO X3 NFC, smartphone kelas menengah legendaris yang membuktikan daya tahannya hingga tahun 2026. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Fitur Langka yang Bikin Kangen Pengguna

Satu hal yang paling terasa saat menggenggam ponsel ini kembali adalah faktor bentuk bodinya. Dibandingkan tren smartphone zaman sekarang yang serba tipis dan ringan, bodi ponsel ini terasa cukup tebal dan mantap di tangan.

Namun, bodi bongsor ini menyimpan deretan fitur fisik legendaris yang kini mulai punah dari pasaran. Sebut saja lubang audio jack 3,5 mm di bagian bawah bodi yang memungkinkan penggunaan earphone kabel tanpa konverter.

Selain itu, ponsel ini dilengkapi dengan fitur lampu LED notifikasi berukuran kecil di atas layar. Fitur ini sangat berguna memberikan info status pengisian daya atau notifikasi masuk tanpa perlu menyalakan panel IPS utamanya.

Pengguna juga dimanjakan dengan hadirnya stereo speaker ganda serta slot kartu memori eksternal yang sudah makin jarang ditemukan pada smartphone kelas menengah modern.

Advertisements

Kualitas Kamera Masih Mampu Bersaing

Sektor fotografi adalah aspek paling menarik dari ponsel ini. Kamera utamanya ternyata masih mampu menyajikan detail foto yang tajam tanpa ketajaman berlebih (oversharpening).

Ketika disandingkan dengan HP kelas menengah keluaran terbaru seperti Samsung Galaxy A57, karakter gambarnya terbilang bersaing secara detail. Penangkapan area highlight dan shadow tampak natural sesuai objek aslinya.

Perbedaannya terletak pada saturasi warna. Hasil jepretan ponsel ini cenderung memberikan warna warm (kekuningan/kehijauan), sedangkan ponsel modern lebih mengarah ke warna cold (kebiruan) yang lebih cerah.

Sisi perekaman videonya bahkan patut diacungi jempol. Lensa ultrawide 13 MP pada ponsel ini sudah sanggup merekam video resolusi 4K 30 fps yang stabil berkat fitur EIS. Fitur video 4K ultrawide seperti ini justru sering dipangkas pada ponsel menengah keluaran baru.

Advertisements

Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Pengisian

Membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh, ponsel yang menjalankan sistem operasi MIUI 12.5 ini masih mampu memberikan Screen on Time (SoT) lebih dari 5 jam.

Untuk penggunaan harian seperti menonton YouTube selama 1 jam via data seluler, baterai berkurang sekitar 11 persen. Sementara bermain game selama setengah jam menghabiskan daya sekitar 8 hingga 12 persen.

Konsumsi baterainya memang terasa sedikit lebih boros dibanding ponsel modern berkapasitas baterai sama. Hal ini dimaklumi karena pemrosesan fabikasi chipset-nya masih menggunakan arsitektur 8 nanometer.

Urusan pengisian daya pun tak ketinggalan zaman. Fitur Mi Turbo Charge 33 watt bawaannya masih terasa cukup kencang untuk mengisi daya baterai dalam waktu wajar.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements