TEKNO – Mengeluarkan anggaran hingga puluhan juta rupiah untuk membeli smartphone flagship berlayar lipat kerap memunculkan pertanyaan tentang efisiensi investasi teknologi. Namun, perangkat tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi dan konsumsi konten, tetapi juga berpotensi menjadi perangkat utama untuk menunjang produktivitas.
Perkembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memungkinkan smartphone lipat dimanfaatkan sebagai alternatif laptop maupun komputer meja (desktop PC).
Salah satu eksperimen dilakukan dengan meninggalkan laptop kerja dan komputer meja selama sebulan, lalu mengandalkan Samsung Galaxy Z Fold 8 sebagai perangkat utama. Pengujian ini memanfaatkan Samsung DeX, fitur yang menghadirkan antarmuka menyerupai komputer ketika smartphone dihubungkan ke monitor eksternal.
Lantas, apakah smartphone lipat benar-benar mampu menggantikan komputer konvensional untuk menunjang pekerjaan sehari-hari?
Performa Samsung DeX dan Chipset Terbaru
Samsung DeX bukanlah teknologi baru. Fitur ini telah diperkenalkan Samsung sejak generasi smartphone flagship sebelumnya untuk menghadirkan pengalaman komputasi desktop melalui perangkat seluler.
Pada generasi awal, keterbatasan performa perangkat keras menjadi salah satu tantangan. Perangkat dapat mengalami peningkatan suhu dan penurunan performa (throttling) ketika digunakan untuk beban kerja berat. Pengguna juga membutuhkan aksesori tertentu pada sejumlah konfigurasi untuk menghubungkan perangkat ke monitor.
Perkembangan chipset dan optimalisasi perangkat lunak membuat pengalaman komputasi berbasis smartphone semakin menjanjikan. Dalam eksperimen ini, perangkat yang digunakan disebut mengandalkan Snapdragon 8 Elite untuk menjalankan beragam aplikasi melalui Samsung DeX.
Performa tersebut memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan dalam satu perangkat, mulai dari mengolah dokumen, menyusun naskah, berkomunikasi dengan tim, hingga menyunting video.
Meski demikian, kelancaran penggunaan tetap bergantung pada aplikasi, beban kerja, konfigurasi perangkat, serta dukungan konektivitas yang tersedia.
Setup Kerja Minimalis dengan Satu Kabel
Salah satu daya tarik menjadikan smartphone sebagai komputer adalah konfigurasi meja kerja yang lebih ringkas. Pengguna dapat menghubungkan perangkat ke monitor eksternal melalui kabel USB Type-C yang kompatibel.
Sementara itu, perangkat pendukung seperti papan ketik (keyboard), tetikus (mouse), dan pengeras suara (speaker) dapat dihubungkan melalui Bluetooth.
Konfigurasi ini menawarkan beberapa keuntungan: